by

Anjuran Seks Saat Pandemi

Jakarta — Pandemi mengubah banyak hal, tak terkecuali aktivitas seksual. Menyambut new normal, sejumlah lembaga negara beramai-ramai mengeluarkan pedoman aktivitas seksual untuk masyarakat di tengah pandemi.

Tengok saja otoritas kesehatan Belanda yang mempersilakan masyarakatnya untuk berhubungan seks dengan orang-orang yang berada dalam satu lingkaran, meski tak tinggal dalam satu rumah. Hubungan seks seperti demikian dapat dilakukan tanpa melanggar pedoman kesehatan.

Pedoman lain juga diberikan untuk pasangan yang terpisah karena harus menjalani masa isolasi. Jika pasangan dicurigai atau dikonfirmasi positif terinfeksi SARS-CoV-2, mereka disarankan untuk melakukan hubungan seks dari kejauhan seperti dengan menceritakan kisah-kisah erotis.
Sebelumnya, Belanda-sama seperti negara-negara lainnya-telah menyarankan masyarakat untuk berhubungan seksual hanya dengan pasangan tetap.

Sedikit berbeda di Denmark. Otoritas kesehatan Denmark bahkan menyarankan pertemuan seksual kasual untuk masyarakatnya. “Tentu saja Anda dapat melakukan hubungan seks dalam situasi ini,” ujar pejabat otoritas kesehatan Denmark, Soren Brostrom, mengutip Medical Daily.

Sementara pedoman berhubungan seks di beberapa negara Eropa terasa longgar, hal yang berbeda berlaku di Amerika Serikat. Beberapa kota besar di AS seperti New York dan Los Angeles menyarankan masyarakat untuk menghindari pertemuan seksual dan hanya melakukan masturbasi untuk sementara waktu.

“Anda adalah pasangan seks teraman Anda. Pasangan teraman berikutnya adalah seseorang yang tinggal bersama Anda,” tulis pedoman tersebut.

Lebih ketat lagi, pejabat kesehatan di San Fransisco bahkan merekomendasikan masyarakat untuk membatasi aktivitas seksual bersama pasangan tetap.

Sementara itu, Oregon tampak telah melangkah lebih jauh dengan merilis poster yang memberikan informasi mengenai hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan tidak saat berhubungan seksual. Termasuk di antaranya instruksi penggunaan kondom, mencuci tangan, dan lebih selektif dalam berciuman.

“Hindari mencium siapa pun yang tidak berasal dari lingkaran kecil kontak dekat Anda,” tulis pemberitahuan tersebut, mengutip New York Times.

Tak hanya itu, pejabat juga mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan platform chatting untuk seks jarak jauh.

Hal yang hampir serupa juga berlaku di Jerman. Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan bahwa masyarakat masih boleh berkencan dengan memperhatikan konsep pembatasan sosial dan menjaga agar kontak dengan orang lain dilakukan seminimal mungkin. Dengan kata lain, masyarakat direkomendasikan untuk melakukan aktivitas seksual jarak jauh dengan menggunakan video call.
Ada beberapa panduan seks selama pandemi yang dirilis Kementerian Kesehatan Jerman, salah satunya soal risiko penularan. Mereka menyebut bahwa ada risiko penularan yang tinggi saat berhubungan seksual. “Ada juga risiko tinggi saat berciuman,” tulis Kementerian Kesehatan Jerman, mengutip media setempat, The Local.

Berciuman diketahui dapat menularkan virus corona lewat kontak air liur. Sebelumnya, para peneliti di China juga menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 bisa berlama-lama hidup dalam air mani, meski belum diketahui pasti apakah bisa bertransmisi atau tidak.

Meski belum ada bukti penularan virus corona melalui aktivitas seksual, namun para ahli sepakat bahwa kontak dekat dengan pasangan akan memicu risiko.

Sebelumnya, sebuah studi yang dilakukan para peneliti Harvard Medical School memberikan rekomendasi pedoman aktivitas seksual selama pandemi.
Rekomendasi menyarankan masturbasi sebagai cara paling aman untuk memuaskan hasrat seksual di tengah pandemi. Berhubungan seksual dengan pasangan yang tinggal dan menjalani karantina mandiri dalam satu rumah menjadi pilihan kedua.

Untuk keamanan, orang disarankan untuk mengenakan masker dan menghindari berciuman saat berhubungan seks. Orang juga disarankan untuk mandi sebelum dan sesudah berhubungan seks.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed