by

DPRD Minta Pemkot Audit K3 di Mitra 10

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Penyebaran Covid-19 dari klaster Mitra 10 terus bertambah mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengaudit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap supermarket bahan bangunan itu.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 DPRD Kota Bogor, Akmad Saeful Bakhri menilai ada kesalahan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan yang dijalankan di Mitra 10. Untuk itu, ia meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor agar melakukan audit K3 terhadap Mitra 10.

“Seharusnya ini sudah menjadi concern awal bagi siapapun yang ingin membuka kembali usahanya. Ini sudah menjadi contoh betapa bahayanya dibuka toko tanpa ada audit K3,” kata Saeful kepada wartawan pada Ahad (21/6/2020).

Berkaitan hal ini, pihaknya juga akan memanggil manajemen Mitra 10 guna memastikan apakah sudah menjalankan protokol kesehatan secara baik dan benar selama membuka toko beberapa waktu lalu.

“Karyawan yang terpapar juga harus mendapatkan kepastian penanganan kesehatan. Jangan sampai pihak pengelola malah lepas tangan. Kami akan panggil mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Bogor, Hj. R. Laniasari mengatakan, seharusnya pihak Mitra 10 rutin menggelar rapid test karena menjadi sektor yang dikecualikan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor. Hal ini sebagai langkah yang antisipatif dibanding dengan kondisi saat ini.

“Kita sudah dapat kabar, kluster Mitra 10 terus bertambah dengan kondisi Mitra 10 ini termasuk sektor yang dikecualikan harus dilihat juga SOP protokol kesehatan saat buka, apakah sudah benar dan sudah dicek oleh Pemkot Bogor,” tuturnya.

Kata Lania, sebelum toko beroperasi, karyawan dilakukan rapid test mandiri. Jika kemudian menunjukkan hasil yang rekatif tetap menjalani karantina hingga dilakukan pemeriksaan swab dan keluar hasilnya.

Kejadian ini, lanjut Lania, menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha yang akan membuka toko yang menjadi sektor dikecualikan harus inisiatif melakukan rapid test mandiri. Seperti yang ia lihat di salah satu restoran Kota Bogor melakukan rapid test sebelum buka dan menyediakan tempat karantina karyawan.

“Minta juga Pemkot Bogor mengecek kesiapan, kalau ada evaluasi kekurangan harus dilakukan rekomendasinya dan barulah buka. Nanti saat Mitra 10 mau buka harus diawasi ketat dan Pemkot Bogor harus tegas apabila belum siap harus tetap tutup dahulu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinsaker Kota Bogor, Elia Buntang mengemukakan, untuk audit K3 yang memiliki kewenangan adalah provinsi. Namun demikian pihaknya mengaku akan mengevaluasi protokol kesehatan yang sudah dilakukan oleh Mitra 10.

“Seperti yang pak Wali Kota Bogor bilang kemarin, kami akan evaluasi dulu, baik itu dari keterangan ataupun CCTV,” kata Elia.

Elia menambahkan, setelah berakhirnya masa penutupan toko selama 14 hari, nantinya pihak Mitra 10 harus memberikan laporan sebelum kembali membuka tokonya. Dari situ, pihak Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi lagi, apakah Mitra 10 boleh beroperasi atau tidak.

“Jadi kita tunggu dulu selama 14 hari, kalau mereka mengajukan rekomendasi dan hasilnya bagus, maka boleh buka. Kalau tidak, ya jangan dulu,” terangnya.

Saat dikonfirmasi soal protokol kesehatan yang dijalankan Mitra 10 dan rapid test mandiri secara rutin, General Manager (GM) Mitra 10, Erick Koswara mengatakan, sepertinya pernyataan dari Ketua Gugus Covid-19 Kota Bogor sudah jelas. Sudah banyak beritanya.

“Yang pasti perusahaan akan sangat memperhatikan karyawannya. Karena yang terpapar covid adalah karyawan dari supplier Mitra 10, yang ditempatkan di kami,” ungkap Erick kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp pada Ahad (21/6/2020) sore.

Erick menyatakan, untuk lainnya dirinya tidak ada statement apapun, karena dari Gugus Covid-19 Kota Bogor yang akan memberikan statement.

“Rapid tes mandiri inisiatif kami sudah dilakukan 100 persen semua pekerja di Mitra 10 sebelum swab tes. Karena kami ingin memastikan kesehatan pekerja dan pelanggan kami. Hanya itu yang saya bisa berikan klarifikasinya ya mas. Sebelum dan sesudahnya terimakasih, lain itu tim Gugus Covid-19 Kota Bogor wewenangnya,” tambahnya.

Pantauan wartawan di lapangan, Mitra 10 masih tetap tutup dan hanya ada dua orang petugas keamanan yang berjaga di gerbang. (*/Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed