by

Kepincut Keindahannya, Kadishub Ini Koleksi Puluhan Ikan Cupang

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Ikan cupang yang bernama latin Betta merupakan hewan endemik air tawar Asia Tenggara. Keindahan corak warna dan bentuk fisik yang menawan memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap orang. Tak heran, jika di masa pandemi Covid-19 ini, ikan bertempramen tinggi tersebut banyak dipelihara orang untuk menghiasi ruang kerja hingga rumah.

Dari kalangan biasa, selebritas hingga pejabat pun mulai kini tergila-gila untuk memelihara dan mengkoleksi ikan hias tersebut. Salah satunya adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo.

Kepada wartawan, Eko mengaku sudah senang memelihara ikan cupang sejak empat tahun terakhir. Iapun sempat memiliki koleksi ratusan cupang berbagai jenis saat masih menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Dulu saya punya ratusan ekor, saya taruh di ruang kerja. Tapi seiring berjalannya waktu banyak rekan yang minta jadi saya kasih saja,” ujarnya, Rabu (15/7/2020).

Saat ini, ia mulai memelihara dan mengkoleksi cupang dengan jumlah kurang lebih 60 ekor. Ikan-ikan cupang tersebut disimpan tertata apik di ruang kerja dan rumahnya menggunakan rak khusus.

“Ya, kalau sekarang kurang lebih 60 ekor ada di rumah dan kantor,” katanya.

Eko mengaku bahwa kali ini ia memfokuskan koleksinya pada jenis cupang koi atau multicolor galaxy dan fancy, baik giant maupun plakat.

“Saya lebih suka cupang koi karena warnanya banyak sama seperti ikan koi asal Jepang. Apalagi jenis giant, badannya besar dan bisa mencapai ukuran 5 cm lebih,” ungkapnya.

Eko juga mengaku selalu menyempatkan diri untuk memandangi keindahan ikan cupang di sela-sela kesibukannya.

“Kalau lagi santai di kantor dan di rumah, saya sering memandangi cupang. Itu membuat perasaan saya lebih tenang dan bahagia. Ya, sejenak melupakan kesibukan sebagai abdi negara,” paparnya.

Eko menjelaskan bahwa puluhan cupang yang dikoleksi dibelinya dari kolega-kolega yang berternak ikan pemarah itu.

“Saya beli dari beberapa teman, ada juga yang dikasih. Kadang-kadang saya berburu ke galery-galery cupang,” ucapnya.

Disinggung soal harga, Eko mengatakan setiap cupang memiliki banderol yang relatif. Mulai dari Rp60 ribu hingga ratusan ribu perekornya.

“Kalau harga relatif, ya namanya hobi. Yang jelas, kalau saya suka ya dibeli,” imbuhnya.

Untuk perawatan sendiri, kata Eko, ikan cupang tergolong mudah dan ‘bandel’.

“Ngerawatnya gampang, ganti air saja setengah soliter (aquarium cupang) tiap tiga atau empat hari sekali. Untuk pakan cukup diberi cacing beku secukupnya dua kali sehari. Kalau sakit diberi daun ketapang, Insya Allah tiga hari juga sembuh,” tandasnya.

Saat ditanya apakah ia sering mengikuti kontes cupang hias. Eko mengatakan bahwa ia belum pernah mengikuti kontes apapun.

“Belum pernah ikut kontes, karena kan saya penikmat saja. Lagian jarang ada waktu luang,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed