by

Diskominfostandi Berencana Pasang Wifi untuk Pelajar

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor berencana akan memasang jaringan wifi untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PPJ) bagi pelajar di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Diskominfostandi Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, terobosan ini dilakukan menindaklanjuti hasil rapat dengan pimpinan mengenai PJJ. Dari hasil rapat didapatkan dua alternatif terkait PJJ.

Pertama, adalah pemasangan wifi publik di setiap kelurahan, dan kedua, ada konsep wifi publik di setiap RW. Menurut Rahmat, dari keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk alternatif wifi publik di setiap kelurahan, kata dia, sebetulnya sudah tersedia jaringan internet di setiap kelurahan. Namun, apabila digunakan harus ada pengaturan karena dikhawatirkan terjadi kerumunan baru.

“Jadi keduanya (wifi di kelurahan maupun di RW) sedang dimatangkan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dan kita juga sudah rapatkan dengan bagian pemerintahan, Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan soal sumber anggaran. Rahmat mengungkapkan, ada ide pemasangan wifi ini menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT). Hanya saja, sambungnya, dana BTT apakah untuk bidang pendidikan termasuk yang bisa menggunakan dana BTT, karena selama ini untuk jaringan pengaman sosial, kesehatan dan ekonomi.

“Kalau tidak bisa, kita akan menggunakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Nah, DPA saat ini belum tersedia di Kominfo. Itu terkait dengan sumber anggaran,” imbuhnya.

Masih berkaitan dengan anggaran, lanjut Rahmat, ada opsi di instansinya. Bisa juga didistribusikan ke kecamatan, kelurahan atau ke RW langsung karena saat ini ada program RW Siaga.

“Jadi aemua ini masih kita diskusikan. Hanya memang harapannya satu bulan ini ada proses pengambilan keputusan untuk kontruksi pemasangan peralatan dan segala macamnya. Sehingga awal September itu sudah bisa digunakan selama empat bulan kedepan,” ujarnya.

Masih kata Rahmat, pembahasan nanti juga akan mengarah kepada rumusan mengenai penggunaan teknologi wifi. “Kita belum masuk sampai ke rumusan teknologi. Kita tentunya ingin jangkauan jaringannya luas dan dari sisi anggarannya murah,” tukasnya kepada awak media, Kamis (6/8/2020). (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed