by

Turun Drastis, Debit Air Bendung Katulampa di Bawah Normal

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Ketinggian debit air Bendung Katulampa saat ini mengalami penurunan drastis hingga berada di bawah normal atau titik nol sentimeter. Penurunan debit air terjadi karena intensitas hujan berkurang sejak awal Juli 2020 kemarin.

“Kita monitor untuk debit air di Bendung Katulampa drastis menurun dari biasanya normal 5.000 sampai 10.000 liter per detik, sekarang sudah ‘menjelang kritis’ di bawah normal,” kata Koordinator Ciliwung, Andi Sudirman, Rabu (5/8/2020).

Dari hasil monitor kemarin atau Selasa (4/8), kata Andi, debit air sudah mencapai 3.400 liter per detik. Dari jumlah itu penggelontoran air dibagi dua, yakni 2.500 liter per detik masuk saluran irigasi lewat pintu air kali Baru.

Sedangkan untuk ekosistem di sungai Ciliwung dialirkan 500 liter per detik. Selain untuk ekosistem, air baku dari sungai Ciliwung dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Bogor.

“Kita utamakan masuk ke kali Baru untuk irigasi sawah seluas 333 hektar di Kota Bogor, Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kota Depok. Juga untuk air baku Istana Bogor dan Kebun Raya, industri serta kebutuhan lain bagi masyarakat,” jelasnya.

Iapun berharap debit air di Bendung Katulampa ada penambahan. Penambahan itu bisa terjadi apabila turunnya hujan di kawasan hulu atau Puncak.

Memang kata Andi, penurunan debit air ini sudah menjadi siklus tahunan setiap musim kemarau yang biasanya terjadi saat memasuki Juli dan berakhir September.

“Tapi untuk sekarang belum masuk titik rawan kering seperti tahun-tahun kemarin sempat berada 2.000 liter per detik. Di bawah normal, tapi kita tetap siaga dalam musim kekeringan,” imbuhnya.

Pihaknya sendiri sudah menyiapkan langkah apabila terjadi penurunan debit air berada pada 2.000 liter per detik. Penggelontoran air untuk irigasi kali Baru dialirkan 1.500 liter per detik dan 500 liter per detik untuk ekosistem sungai Ciliwung dan kebutuhan lainnya.

Berkaitan irigasi, dijelaskan olehnya, dari perhitungan debit air untuk pertanian berdasarkan area irigasi di Katulampa sejauh ini masih mencukupi atau aman. Namun apabila debit air di bawah 2.000 liter per detik, maka harus dilakukan penggelontoran air secara bergilir.

“Kalau sudah 2.000 liter per detik kita sistem bergilir dimana kita survei dulu wilayah-wilayah yang kekurangan air,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed