by

Alami Lonjakan Tingkat Kekeruhan Air, Begini kata Dirtek Perumda Tirta Pakuan

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor tengah berupaya secara bertahap memulihkan pasokan air bersih ke pelanggan setelah terjadi gangguan pada sistem pengolahan air baku.

Diketahui, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng dan Cipaku serta Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Katulampa sempat terganggu pada Senin (21/9/2020) malam. Air baku yang bersumber dari sungai Cisadane dan Ciliwung mengalami tingkat kekeruhan melebihi 2.000 NTU (satuan kekeruhan air) dari kondisi normal 50 NTU.

“Kemarin itu dapat dikatakan terparah. Biasanya level air baku Cisadane normal 20 sentimeter. Kemarin turun ke 10 sentimeter dan saat hujan, tiba-tiba naik ke 250 sentimeter,” kata Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ade Saban Maulana, Rabu (23/9/2020).

Ade melanjutkan dengan melonjak level tersebut membuat tingkat kekeruhan air di atas 2.000 NTU. Tak hanya kekeruhan air tapi menyisakan persoalan lain, yaitu sampah yang terbawa arus.

“Dan intek Cipaku sampai sekarang saringnya jebol banyak sampah. Dan ruang pompa semua lumpur dan sekarang sedang dibersihkan petugas,” terang Ade.

Di IPA Dekeng, kata Saban, baru kali ini kapasitas produksi air sampai diturunkan dari 1.700 menjadi 800 liter per detik atau sekitar 60 persen. Penurunan itu dilakukan agar lumpur yang naik ke atas cepat turun masuk ke ruang sendimentasi.

Ade melanjutkan dari hasil pengecekan di lapangan kemarin, ia memprediksi pembersihan lumpur akan selesai hari ini, namun masih ada dua saluran pembuangan lumpur yang tersumbat.

“Dari lima baru selesai tiga. Dua lagi hari ini diselesaikan. Lalu yang di IPA Cipaku tadi malam sudah selesai. Tadi pagi sudah mengalir tapi terganggu lagi. Mudah-mudahan besok (24/9) sudah normal lagi,” katanya.

Ade mengatakan dampak dari tingginya tingkat kekeruhan dan juga proses penyelesaian, sehingga terjadi gangguan pengaliran di zona tiga dan empat. “Tapi yang terganggu banyaknya di zona empat.”

Sedangkan di SPAM Katulampa, dijelaskan olehnya, penurunan dilakukan sekitar 20 persen dari kapasitas produksi air 300 liter per detik dan paginha sudah normal kembali.

Ia menambahkan, gangguan juga sempat terjadi di reservoir Rancamaya dikarenakan adanya penyumbatan pada pompa.

“Di Rancamaya itu pakai pompa dan tersumbat. Kalau banjir saja mungkin tidak terlalu, tapi ini masalahnya sampah dengan lumpur,” pungkasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed