by

TPS 3R Berbasis ASN Kini Mampu Reduksi 2 Ton Sampah Organik

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Tempat pengelolaan sampah (TPS) reduce reuse dan recyle (3R) Paledang berbasis Aparatur Sipil Negera (ASN) terus menggenjot pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. Alhasil, dua ton sampah organik kini sudah tak terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga.

“TPS 3R ini skala prototipe mengolah sampah organik dengan menggunakan maggot yang sudah berjalan dari bukan Juli kemarin. Bulan Juli sampah organik yang tereduksi 250 kilogram, naik di Agustus 500 kilogram, September 750 kilogram dan Oktober sudah mencapai dua ton,” kata Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Dimas Tiko PS, Selasa (24/11/2020).

Dimas menjelaskan, peningkatan angka reduksi sampah organik setiap bulannya seiring pengembangan budidaya maggot di TPS 3R yang telah memiliki kandang pembibitan sendiri. Menariknya, semangat budidaya maggot ini didukung oleh ASN DLH dalam hal pakannya dari sampah organik rumah tangga masing-masing.

“Jadi kami ajak ASN untuk membawa sampah organik khusus food waste ke kantor DLH. Sumber lainnya dari truk transit sampah dan satu pelaku usaha restoran di Kota Bogor yang telah memilah sampah organik sendiri kami manfaatkan di sini,” jelas Dimas.

Budidaya lalat tentara hitam atau disebut juga black soldier fly (BSF) ini, diungkapkannya, tak hanya menjadi solusi penanganan sampah, tapi juga di sisi lain memiliki nilai tambah secara ekonomi. Maggotnya bisa dijadikan pakan tambahan misalnya untuk ikan lele, sedangkan kasgot untuk pupuk organik tanaman.

“Dan di TPS 3R ini juga Sekai sudah memproduksi maggot kering yang fungsinya sebagai pakan substitusi ternak, seperti ayam, lele, bawal dan patin. Jika berbicara dikomersilkan, maggot kering dengan berat 150 gram nilai jualnya Rp25 sampai 30 ribu,” tuturnya.

Dimas juga memiliki harapan kedepan maggot kering ini bisa menjadi salah satu produk UMKM. Namun sebelum melangkah ke arah sana, dirinya akan melakukan ujicoba terlebih dulu terkait kandungannya.

“Sejauh ini (maggot kering) kami manfaatkan untuk pakan tambahan lele di sini. Iya, pertumbuhan ikan cukup bagus, dari awal ikan ukuran 5 sentimeter dalam sebulan sudah 10 sentimeter,” kata Dimas memungkas. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed