BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mendorong alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021 tidak anjlok dari tahun sebelumnya. Hal itu menyikapi masih adanya beberapa kondisi kontur tanah rawan longsor yang mendesak untuk ditangani di Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur.
“Kontur tanah di Sindang Sari, ada beberapa tebingan curam bahkan longsor perlu disikapi dengan BTT. Ini antisipasi DPRD dan pemkot khususnya dalam menangani kejadian yang luar biasa berdampak bagi keselamatan jiwa manusia, seperti disampaikan pak wali kota mendesak. Artinya itu perlu diperbaiki secepatnya, maka BTT harus dipertahankan minimal di angka 25 miliar. Kalau sekarang di tahun 2021, Rp15 miliar. Kami akan coba di APBD mudah-mudahan di perubahan,” kata Jenal usia menghadiri Musrenbang Kelurahan Sindang Sari, Ahad (14/12/2020).
Jenal menambahkan, langkah itu bukan berati mengharapkan adanya bencana, tapi sebagai bentuk antisipasi perbaikan pembangunan akibat bencana alam perlu menjadi prioritas untuk diperhatikan.
Politisi Partai Gerindra itu mengaku bahwa Sindang Sari sudah menjadi kampung sendiri, sehingga tahu betul masalah-masalah yang ada di wilayah tersebut. Seperti soal ketersediaan tempat pemakaman umum (TPU).
“Ada beberapa kasus, masyarakat yang terlantar untuk dimakamkan karena aksesibilitas dan dana ketika lahan itu milik orang lain. Diketahui bersama ada lahan pemakaman umum di Bogor Timur di Parung Banteng, dan itu sudah sangat tidak representatif. Artinya sudah padat dari sisi penduduknya,” ungkapnya.
Jenal juga mengatakan, dirinya sudah berulang kali mengusulkan pembebas lahan untuk kepentingan umum di Sindang Rasa dan Sindang Sari sejak 2013. Namun dari sekian waktu itu, sambungnya, Pemkot Bogor beralasan bahwa kegiatan tersebut tidak sesuai dengan aturan berlaku.
“Tapi saya coba diskusi, saya buka UU 2/2012 bahwa pembebasan lahan untuk kepentingan umum, salahsatunya adalah lahan pemakaman umum. Dari diskusi ini, Alhamdulillah pak Wakil Wali Kota Dedie Rachim merespon, dan saya usulkan kembali di tahun 2021 pembebasan lahan di Sindang Rasa dan Sindang Sari melalui pokok pokok pikiran (pokir) saya. Jadi bukan fisik lagi, tapi saya usulkan yang memang prioritas dibutuh oleh masyarakat,” tambahnya.
Termasuk, lanjutnya, diusulankannya pembelian alat fogging di enam kelurahan di Kecamatan Bogor Timur. Sebab, pada tahun ini tidak bisa dilakukan lantaran pandemi Covid-19. Ia juga berharap di Sindang Sari disediakan sebuah bak dump truk untuk menangani persoalan sampah.
“Di sini untuk masalah sampah tidak masuk truk pengangkut sampah sehingga masyarakat menggunakan motor sampah diangkut ke TPS di belakang Bocimi. Kedepan harapan masyarakat, pemerintah bisa menyimpan dump truck di sini,” tukas Jenal. (Hrs)





