Saat Warga Warban Nikmati Panen Urban Farming

BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Terbatasnya lahan tak menjadi kendala bagi warga Warung Bandrek (Warban) RW05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, untuk bercocok tanam sayuran.

Dengan mengusung konsep urban farming atau pertanian perkotaan, mereka memanfaatkan pagar pembatas perumahan di lingkungannya dijadikan lahan produktif pertanian. Pagar pembatas perumahan itu kini ditumbuhi tanaman bayam.

Saat ini adalah masa yang dinanti warga untuk panen kedua. Bahkan panen kali ini dipetik langsung Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Turut mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Anas S. Rasmana.

“Hari ini panen sayur bayam dari kegiatan Bogor Berkebun bekerjasama dengan Grup Astra Bogor,” ujar Dedie.

Dedie mengatakan, lewat urban farming di Warban ini pihaknya melihat bagaimana masyarakat bisa mengolah dan memanfaatkan lahan yang terbatas yang hasilnya bisa dinikmati masyarakat. Apalagi, menurutnya, di masa Pandemi Covid-19 yang penuh tantangan dan kesulitan ekonomi, hasil panen ini bisa membantu suplai makanan bergizi bagi warga.

“Dari kegiatan ini juga bisa memotivasi yang lain untuk melakukan kegiatan serupa tanpa menunggu uluran tangan CSR. Intinya ini sebagai contoh bagaimana pemanfaatan lahan sempit bisa menghasilkan. Saya ucapkan terima kasih kepada Grup Astra Bogor yang sudah ikut serta turun tangan,” tutur Dedie.

Ditempat yang sama, Koordinator Grup Astra Bogor, Ekki Primanda Ramadhan mengatakan, Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program Astra Internasional yang komitmennya bersinergi dengan pemerintah, termasuk di Kampung Warban.

Sejak memulai kerja sama Oktober lalu, pihaknya melakukan pendampingan kepada warga, termasuk membantu kebutuhan warga di urban farming ini. Mulai polybag, rak, bibit hingga pengairan.

“Semua biayanya kami anggarkan tapi utamanya melakukan pendampingan karena yang penting urban farming ini ada manfaatnya buat warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya tidak mengharapkan feedback apapun, karena ini merupakan visi misi Astra berkembang bersama di areanya. Sebaliknya, pihaknya akan menjadikan Warban sebagai kampung produktif atau wisata agar mempunyai nilai ekonomis dan bisa menambah pendapatan warga.

“Rencana kami turut didukung Lurah Bondongan. Dan program ini timeline-nya sampai lima tahun, jadi setelah lima tahun harapannya Kampung Warban menjadi kampung mandiri,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Urban Farming Kampung Warban, Yehezkiel mengatakan, dalam hal perawatan tanaman sayuran dilakukan oleh warga. Seperti rutin menyiram tanaman setiap sore. Namun, untuk saat ini dikurangi mengingat musim penghujan.

Ia pun mengaku tanaman tidak memakai pupuk kimia alias organik hanya mencampur tanah, sekam dan sekam bakar serta kompos. Sebelum bayam, pihaknya menanam sayuran jenis selada dan sawi.

“Ini panen kedua, hasilnya cukup bagus walaupun jumlahnya belum terlalu banyak, tapi cukup untuk dibagikan gratis dengan memprioritaskan kepada yang mempunyai anak agar bisa makan sayur,” tukasnya.

Kebun urban farming dengan sistem vertikal garden ini merupakan pengembangan dari kebun sebelumnya. Pada kebun tahap pertama, berbagai jenis sayuran telah memenuhi pagar pembatas sepanjang kurang lebih 50 meter.

“Rencana kedepan sepanjang ini (pagar pembatas). Yang sekarang ada sepanjang sekitar 30 meter, dan yang awal sudah tertanami berbagai sayur mayur sepanjang kurang lebih 50 meter,” kata Ketua RW05, Mahfud.

Mahfud mengatakan, praktik urban farming di wilayahnya dimulai sejak Maret lalu yang diinisiasi olehnya beserta para ketua RT untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di tengah pendemi Covid-19.

Dalam kegiatan itu, pihaknya mendapat dukungan juga dari DKPP dan pihak swasta berkaitan kebutuhan kebun, seperti media tanam, bibit dan pupuk termasuk edukasi mengenai cara menanam agar tanaman tumbuh dengan baik. Sedangkan pemeliharaan tanaman sepenuhnya melibatkan warga setempat.

“Untuk pemeliharaan tanaman di sini oleh warga. Mengurus, memperhatikan termasuk menjaganya. Hasil panen juga untuk memenuhi kebutuhan sayuran warga sekitarnya,” ucap Mahfud. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *