7 Program Unggulan SEAMEO Centre di Indonesia

BOGORONLINE.com – Program terbaru dari 7 SEAMEO Centre di Indonesia, SEAMEO Outlook Pendidikan 21, diluncurkan pada Sabtu (6/2/2021). Dalam kegiatan SEAMEO Outlook yang diselenggarakan tepat pada Hari Ulang Tahun SEAMEO BIOTROP yang ke-53 ini, 7 Direktur SEAMEO Centre Indonesia menyampaikan program unggulan dalam masa Pandemi Covid-19, rencana strategis serta inovasi metode pembelajaran dalam era new normal yang dapat mendukung konsep Merdeka Belajar.

Program unggulan tersebut, SEAMEO BIOTROP, gagasan pendekatan pembelajaran “online hybrid Learning System”. SEAMEO SEAMOLEC, peran SEAMOLEC dalam peningkatan kualitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di era new normal. SEAMEO RECFON, membangun SDM sehat dan cukup gizi dengan merdeka belajar dan kampus merdeka.

SEAMEO QITEP in mathematic, merdeka belajar matematika dalam program-program SEAQiM. SEAMEO QITEP in SCIENCE, program unggulan SEAQIS dalam mendukung merdeka belajar. SEAMEO QITEP in language, kebijakan mereka belajar melalui internasionalisasi bahasa Indonesia dan klub literasi sekolah. Dan SEAMEO CECCEP, membangun SDM unggul melalui merdeka belajar di PAUD.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Zulhamsyah Imran mengutarakan bahwa sebagai solusi dalam menghadapi kondisi pandemi dan implementasi teknologi 4.0, perlu dan menjadi penting untuk melakukan adaptasi, resiliensi, improvisasi dan inovasi pembelajaran dalam rangka mendukung merdeka belajar kampus merdeka.

Online hybrid learning system menjadi salah satu pendekatan yang dapat diimplemetasikan dengan penguatan kepada High Order Thinking (HOTS) dengan mengadopsi konsep Project Base Learning (ProBL) dan Problem Base Learning (PBL) yang didukung dengan integrasi Internet of Think (IOTs) sebagai media dan kerangka Learning Management System (LMS).

Pengembangan materi pembelajaran difokuskan kepada model pembelajaran dengan modul Micro-Learning. Sehingga aplikasi merdeka belajar kampus merdeka dapat dilakukan secara fokus, berorietasi produk produk akhir sebagai ukuran dalam mengevaluasi capaian pembelajaran (knowledge, skill dan attitude).

Hal senada disampaikan oleh Direktur SEAMOLEC, Dr. Alpha Amirrachman dalam paparannya, bahwa kebijakan Merdeka Belajar dimaknai SEAMOLEC sebagai keleluasaan bagi para peserta didik untuk belajar dari mana saja dan kapan saja, menyesuaikan dengan minat bakat dan kemampuan mereka. SEAMOLEC pun menjadikan prioritas Merdeka Belajar sebagai payung besar program-programnya.

“Kami menyiapkan program pelatihan yang terbuka untuk umum, utamanya bertujuan untuk membantu guru atau dosen mengelola kelas digital. Pelatihan yang ditawarkan di antaranya tentang bahan ajar digital, infografis, desain Powerpoint sederhana, pembelajaran melalui AR/VR, dan masih banyak lagi teknologi terkini lainnya yang diintegrasikan pada proses pembelajaran,” paparnya.

Selain itu, lanjut Dr Alpha, SEAMOLEC juga mengembangkan model-model PJJ yang pendampingannya juga kami siapkan untuk institusi Pendidikan yang ingin melaksanakan PJJ.

“Ke depannya SEAMOLEC akan terus mengupayakan strategi alternatif bagi para tenaga pengajar untuk membekali diri dalam menyiapkan pembelajaran yang menyenangkan melalui pemanfaatan PJJ,” tandasnya.

Sementara itu, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, PhD, Direktur SEAMEO RECFON memberikan gambaran, bagaimana kegiatan-kegiatan terkait pendidikan, terutama pendidikan terkait pangan dan gizi yang selama ini telah dirintis di sekolah-sekolah dapat menjadi wahana bagi para akademisi dan mahasiswa untuk lebih jauh berkarya kepada masyarakat.

“Dengan demikian, dapat terjadi timbal balik, dimana guru mendapatkan bimbingan teknis dalam berinovasi menyusun kurikulumnya di sekolah, sedangkan para akademisi mendapatkan tempat belajar di luar kampus dan mengembangkan kemampuan soft skill mereka, sesuai gagasan kampus merdeka,” ujarnya.

Dilanjutkan Dr. Dwi Priyono, M.Ed selaku Direktur SEAMEO CECCEP, yang menekankan keutamaan pembentukan karakter “Pelajar Pancasila” melalui program-programnya. “Keberadaan centre SEAMEO CECCEP sangat menentukan untuk menjadi fondasi bagi pembangunan SDM Unggul”.

Lanjut Dr. Dwi, setiap negara memiliki masalah yang berbeda, untuk itu diperlukan solusi yang berbeda. SEAMEO CECCEP selaku pusat rujukan bekerja sama dengan berbagai mitra baik akademisi dan praktisi dari tingkat nasional hingga internasional, mengumpulkan contoh-contoh baik, menyusunnya dalam model pembelajaran, kemudian mendiseminasikannya kepada pihak-pihak yang meiliki minat yang sesuai. Hal ini sesuai dengan tiga mandat utama lembaga yakni: Riset dan Pengembangan, Peningkatan Kapasitas, serta Advokasi dan Kerja Sama.

Dr. Dwi menutup paparannya dengan mengajak para hadirin untuk turut berperan aktif dalam memperbaiki kualitas pendidikan anak usia dini dan pengasuhan, lembaga sangat terbuka untuk menerima setiap ide dan kerja sama.

Selama ini, imbuhnya, sudah terjalin kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi untuk mewujudkan Kampus Merdeka, sudah banyak guru-guru yang dijadikan contoh untuk menjadi motivator bagi pendidik, serta sekolah binaan yang menjadi percontohan di lingkup PAUD. Harapannya dengan semakin banyak pihak yang bergabung dengan SEAMEO CECCEP, maka cita-cita Merdeka Belajar akan lebih mudah dicapai.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyatakan kesiapan SEAQIL dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar, khususnya untuk prioritas Guru Penggerak, Kampus Merdeka, dan Pemajuan Kebudayaan dan Bahasa.

Untuk itu, SEAQIL menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi guru, pengembangan sumber belajar, internasionalisasi bahasa Indonesia, serta satu program barunya, Klub Literasi Sekolah yang menunjang kecakapan hidup melalui penguasaan keterampilan berbahasa.

Dalam kesempatan ini, Dr. Luh Anik Mayani kemudian menyampaikan bahwa program internasionalisasi bahasa Indonesia bersesuaian dengan Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN 2025 Pilar Sosial Budaya.

Dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Kemendikbud terkait pilar sosial budaya, SEAQIL tercantum sebagai salah satu lembaga yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan kegiatan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).

Selain itu, SEAQIL menginisiasi Klub Literasi Sekolah (KLS) yang menjadi gagasan inovatif dan solutif dalam upaya menyikapi nilai Programme for International Student Assessment (PISA) membaca siswa Indonesia yang masih rendah.

Melalui KLS, SEAQIL berharap dapat meningkatkan budaya literasi baca-tulis atau tutur siswa, meningkatkan kemampuan 4C siswa yang dituntut pada abad ke-21, yaitu berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif, serta mengasah kemampuan siswa berbahasa asing.

Menutup paparannya, Dr. Luh Anik Mayani menyampaikan, “Bahasa bukan hanya persoalan ejaan dan tata bahasa, tetapi bahasa digunakan sebagai alat untuk menunjang kemampuan hidup. Bahasa bisa mengantar manusia menggenggam dunia.”

Dari Yogyakarta melaui media daring, Direktur SEAMEO QITEP in Mathematic (SEAQIM), Dr. Dwi Priyono, memaparkan secara daring kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Centre dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar, yang meliputi, namun tidak terbatas pada: Course, Workshop, Seminar, Symposium, Conference, Research and Development, Publication, dan Communuty Service Programme.

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa program yang telah diinisiasi selama pandemi, misalnya program course dan workshop yang dilaksanakan secara online. Program ini sejalan dengan salah satu program Kemendikbud, yaitu Guru Penggerak.

Dalam forum ilmiah, SEAQiM menyelenggarakan talkshow, webinar, serta International Joint Conference on STEM Education yang dilaksanakan bekerja sama dengan SEAQiS dan IPST.

Untuk memberikan wadah ilmiah bagi para guru dan tenaga kependidikan matematika dalam menyalurkan ide-ide mereka terkait dengan isu-isu terkini dalam pendidikan matematika, SEAQiM mengembangkan SEAMEJ (jurnal) dan SEAMETRICAL (majalah) yang terbit dua kali dalam setahun. Program magang mahasiswa dalam rangka Kampus Merdeka mulai berjalan tahun ini dengan melibatkan enam universitas di Indonesia.

Sebagai paparan pamungkas, Dr Indrawati, Direktur SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), memperkenalkan program unggulan SEAQIS. “Sebagai sebuah instansi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SEAQIS tentunya mendukung setiap kebijakan dan program yang ditetapkan oleh kementerian”.

Dalam paparannya. Ia menyampaikan bahwa SEAQIS menyelenggarakan kegiatannya di bawah tiga kerangka utama yaitu Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, dan Publikasi dan Disseminasi. Kerangka utama ini berfokus pada inovasi pembelajaran.

Lebih lanjut Dr Indrawati menekankan bahwa dampak yang paling diharapkan dari semua program tersebut adalah bagaimana membuat siswa senang untuk belajar. Program-program ini juga diharapakan dapat membentuk siswa dengan keterampilan sikap dan nilai yang baik agar bisa mengambil keputasn yang tepat serta memiliki komitmen untuk masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Dr Indrawati lebih jauh lagi memaparkan program-program yang dapat diikuti oleh guru-guru sains untuk meningkatkan kompetensinya, diantaranya SEAQIS Research Grant, Ki Hajar Dewantara Award, STEM Learning, Computational Thinking, dan Southeast Asia Climate Change Education Programme (SEA-CEP).

Sebagai penutup, Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Kemdikbud, Ir, Hendarman, M.Sc., PhD, menyampaikan dukungannya terhadap program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh 7 SEAMEO Centres di Indonesia. Untuk itu BKHM KEMENDIKBUD akan membantu mempublikasikan SEAMEO Centres di Indonesia kepada masyarakat Indonesia.

Selain itu BKHM juga akan menjembatani peluang kerjasama antara SEAMEO Centres Indonesia dengan Atdikbud, agar anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri juga dapat menerima manfaat dari keberadaan SEAMEO Centres Indonesia ini.

Kegiatan diskusi SEAMEO Outlook kali ini dimoderatori oleh Dr. Perdinan (Deputi Direktur Bidang Administrasi SEAMEO BIOTROP) dan Dr. Misbah Fikrianto (Deputi Direktur Bidang Administrasi SEAMEO QITEP in Language), diikuti oleh 926 peserta daring dan 7 rekan media secara luring dari Kampus SEAMEO BIOTROP, Kota Bogor. Kegiatan ini telah menarik minat lebih dari 2.000 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. (Hrs).

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *