by

Puluhan Staf Kecamatan dan TNI-Polri Parungpanjang Gagal Disuntik Vaksinasi Covid 19

 

BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Puluhan staf Pemerintahan Kecamatan, TNI Polri dan pengurus MUI beserta KUA Kecamatan Parungpanjang, gagal di suntik Vaksinasi Covid 19 karena memiliki riwayat terpapar Covid 19, tensi darah tinggi dan mimiliki riwayat penyakit berat.

Proses suntik vaksinasi di Puskesmas Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, Selasa (02/03). Diketahui Camat Parungpanjang Icang Aliyudin, Kapolsek Parungpanjang Kompol Wagiman dan Danramil Parungpanjang Kapt Inf Agus Purnama, tidak lolos saat uji klinis vaksin.

“Suntik vaksinasi ini untuk jajaran Pemerintah Kecamatan, satpol PP, Koramil dan jajaran Polsek ditambah KUA dan MUI di Kecamatan Parungpanjang, ” kata Icang Aliyudin Camat Parungpanjang, Selasa 02/03/2021.

Dalam momen tersebut Icang mengaku, dirinya akan dijadwalkan kembali untuk disuntik vaksin Covid 19 karena tidak lolos saat diperiksa uji klinis dari dokter Puskesmas Parungpanjang.

Menurut dia, 20 orang staf kecamatan dan 20 orang satpol PP gagal disuntik vaksin beserta unsur TNI Koramil Parungpanjang ada dua orang anggota dan dari Polsek Parungpanjang juga ada dua orang anggota, juga akan dijadwalkan kembali.

“Setelah mengikuti proses pemeriksaan tensi darah, saya kedapatan sudah meminum obat tadi pagi karena semalam kurang tidur, sehingga saya harus dijadwalkan kembali nanti tanggal lima mendatang disuntik vaksin, “imbuhnya.

Sementara itu, kepala Puskesmas Parungpanjang dr. Susi Juniar mengatakan, suntik vaksinasi ini untuk TNI Polri, staf Kecamatan, MUI dan KUA Parungpanjang, dengan total keseluruhan jumlah 115 orang.

“Ada beberapa juga yang ditunda karena tensi darah tinggi, kolestrol tinggi dan ada yang sedang rawat jalan penyakit jantung. Saya tahu itu Pak Camat tensi darahnya tinggi, dan pak Danramil imdikasinya jantung dan pak Kapolsek baru terpapar Covid 19 pada bulan Januari lalu, “terang Susi.

“Sehingga kami baru bisa melaksakan penyuntikan vaksin kalau ada hasil dari pemeriksaan dan diijinkan oleh Dokter. Kalau pak kapolsek, karena pernah terpapar jadi harus tiga bulan lamanya, nanti bulan April baru bisa disuntik vaksin,” tambahnya.

Susi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Parungpanjang, agar mengikuti suntik vaksinasi dan masyarakat harus percaya bahwa suntik vaksin ini, sudah aman dan halal.

“Masyarakat harus percaya dan tidak usah takut disuntik vaksinasi, karena sudah aman dan halal, suntik vaksin ini adalah juga bisa membantu program pemerintah,” pungkasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *