Dewan Minta Wali Kota Tindak Tegas THM Buka saat Ramadan

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam hal ini Wali Kota Bogor Bima Arya menindak tegas Tempat Hiburan Malam (THM) Kaboeka Karaoke di Jalan Pajajaran dan tempat karaoke lainnya yang membandel buka saat bulan Ramadan tahun ini. Tindakan tegas ini dinilai wakil rakyat untuk menjadi pembelajaran agar THM mematuhi aturan yang berlaku di Kota Bogor.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Sri Kusnaeni mengatakan, untuk THM di Kota Bogor selama Ramadan itu harus tutup total. Adapun total dalam makna selamanya berkaitan Kaboeka Karaoke tergantung sikap manajemen.

“Jika sudah diperingatkan masih bandel, maka harus tutup total atau cabut izin oleh Wali Kota Bogor Bima Arya,” ungkap Sri kepada wartawan pada Minggu (24/4/2021).

Sri mengatakan, THM di Kota Bogor harus tutup selama Ramadan, untuk menjaga kesucian bulan Ramadan. Pihaknya sebagai wakil rakyat sangat prihatin sekali dengan adanya THM yang masih beroperasi di bulan Ramadan.

“Kota Bogor notabene penduduknya relatif religius (kental dengan keagamaan), harus dihadapkan dengan kenyataan masih beroperasinya THM di bulan Ramadan, bahkan sampai pagi hari. Hal itu tidak ada penghormatan sama sekali terhadap bulan suci Ramadan,” tegas Sri.

Ia menjelaskan, kejadian THM yang buka di bulan Ramadan ini melanggar peraturan daerah (Perda) yang ada. Mestinya, lanjut Sri, Pemkot Bogor bertindak tegas terhadap pengelola THM yang masih nakal dan berikan sanksi sesuai aturan yang ada.

Seperti tertulis dalam Perda 1/2021 tentang tertib tempat hiburan dan keramaian Pasal 24. Dalam poin satu setiap orang dilarang menyelenggarakan tempat usaha hiburan tanpa izin wali kota atau pejabat yang ditunjuk.

Poin kedua setiap penyelenggaraan tempat usaha hiburan yang yang telah mendapat izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang melaksanakan kegiatan lain yang menyimpang dan/atau memberikan kesempatan kepada para pelanggan atau konsumen untuk melakukan selain dari izin yang dimiliki, tambahnya.

Dengan kejadian ini, menurut Sri, Surat Edaran (SE) nomor 061/1789 – Huk.HAM tentang pelaksanaan kegiatan ibadah bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi di Kota Bogor, itu seolah seperti angin lalu yang tak ada bekasnya padahal sudah sangat jelas sekali larangannya.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, H. M. Dody Hikmawan menyatakan dukungan tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP yang memang memilki wewenang dan kewajiban dalam penegakan perda. Apalagi, sambung Dody, dalam kondisi masih dalam perlu waspada Covid-19 dan suasana bulan suci Ramadan.

“Harus ditindak tegas. Sebaiknya Satpol PP proaktif dan tidak harus menunggu ada laporan dari warga, karena mereka sudah bisa segera melakukan penindakan setiap THM yang melanggar peraturan,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Gakperda pada Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana menegaskan, pihaknya menunggu perintah dan arahan wali kota apabila untuk penindakan penutupan total ataupun pencabutan izin.

“Kami sudah segel sesuai ketentuan pelanggaran yang mengacu surat edaran Wali Kota Bogor Nomor 061/1789-Huk.Ham. Terkait penutupan total ataupun pencabutan izin kami menunggu perintah wali kota Bogor,” katanya.

Sebelumnya, Satpol PP menyegel tempat Kaboeka Karaoke di kawasan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur pada 23 April 2021 malam. THM itu ditutup lantaran buka di bulan Ramadan.

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengeluarkan surat edaran Wali Kota Bogor Nomor 061/1789-Huk.Ham, tentang pelaksanaan kegiatan ibadah Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang sejumlah THM untuk beroperasi selama Ramadan. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *