Tangani Lonjakan Covid-19, Ketua DPRD Kota Bogor Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Bantu Daerah

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat telah resmi diterapkan di Kota Bogor pada 3 Juli dan akan berlaku hingga 20 Juli 2021.

Untuk terus menyempurnakan langkah dan kebijakan penanganan pandemi, koordinasi pun masih terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan DPRD Kota Bogor. Kali ini rapat koordinasi digelar melalui zoom meeting, pada Ahad (4/7/2021).

Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan bahwa kinerja Pemkot Bogor dan Satgas Covid-19 Kota Bogor sudah sangat baik dalam menangani masalah lonjakan pasien Covid-19.

Namun, Atang meminta agar Pemkot Bogor lebih aktif membuka komunikasi dengan pemerintah pusat agar diturunkannya bantuan ke Kota Bogor, khususnya kebutuhan oksigen, obat dan tenaga kesehatan (nakes).

“Saran saya untuk pak wali. Karena kondisi sudah di luar kendali kita semuanya, maka perlu disuarakan bersama seluruh pemerintah daerah agar pemerintah pusat turun tangan. Pasokan oksigen dan obat yang semakin menipis dan harga yang sudah tidak terkendali. Ini hanya bisa ditangani oleh pusat,” ujarnya.

Menurutnya, oksigen dan obat terbilang menjadi dua hal mendasar yang perlu disiapkan sejak sekarang. Terlebih berdasarkan laporan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit sebagian besar berkategori berat.

“Laporan dari rumah sakit, oksigen ini sangat vital. Apalagi dari data yang ada, 70 persen pasien kategorinya itu berat dan kalau ini (oksigen) tidak tersedia maka dikhawatirkan kondisinya akan semakin berat,” tegas Atang.

Atang juga berharap berkaitan dengan nakes, pemerintah pusat bisa membantu menyiapkan. Sistem saling bantu antar daerah atau rekrutmen tenaga medis melalui kerja sama dengan perguruan tinggi kesehatan.

“Apa yang dilakukan pemkot saya kira sudah tepat dan sudah maksimal. Koordinasi dengan seluruh RS untuk penambahan ruangan, pengaktifan RS Lapangan, penambahan tempat isoman di berbagai tempat, percepatan vaksinasi, dan lain-lain. Tapi akan lebih baik dan efektif jika ada campur tangan yang kuat dari pemerintah pusat dalam hal penyediaan nakes, oksigen dan obat-obatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, banyak masukan yang disampaikan oleh anggota DPRD. Mulai dari penyempurnaan pelaksanaan vaksinasi, skema bantuan pangan untuk warga, penguatan sosialisasi, hingga penanganan isoman warga di rumah. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *