Daya Beli Anjlok, Perumda PPJ Ajak Masyarakat Belanja ke Pasar

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat daya beli masyarakat di pasar tradisional mengalami penurunan. Hal ini berpengaruh besar kepada pedagang termasuk Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

“Kalau bicara ekonomi saya mau bahas dikit kenapa yang datang ke pasar sepi, pertama daya beli masyarakat turun, karena mereka tidak punya uang, tidak bisa bekerja karena beberapa sektor dibatasi bekerja 50 persen dan banyak juga buruh harian. Mereka tidak bekerja dan tidak dapat uang sehingga tidak dapat belanja,” kata Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir, baru-baru ini.

Selain faktor itu, lanjut Muzakkir, penurunan daya beli masyarakat dipengaruhi faktor penerapan PPKM.

“Kedua faktor PPKM, ada penyekatan, ganjil genap atau pergerakan orang dibatasi, sehingga akhirnya masyarakat yang tadinya mau berbelanja jadi di rumah,” terangnya.

Kategori ini, dijelaskan olehnya, masyarakat yang biasa berbelanja dari luar Kota Bogor.

“Di Kota Bogor ini 45 persen yang berbelanja di pasar berasal dari luar Kota Bogor, dari Kabupaten Bogor, Depok, Cianjur, dengan penyekatan dan lain-lain membuat aktivitas mereka ke pasar dibatasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan kondisi ini bukan berarti tidak mendukung kebijakan di sektor kesehatan, karena memang perlu diterapkan seperti itu. Namun di saat kondisi mulai membaik dalam artian ada pelonggaran bagi pelaku usaha, maka pemerintah membuka ruang lagi untuk aktivitas masyarakat lebih luas.

‘Ketiga, perlu himbauan, kalau saya mengajak masyarakat yang punya uang berbelanja ke pasar, biar UMKM paling bawah terbantu dulu, di saat terbantu secara bertahap ekonomi yang lain akan mengikuti. Istilahnya peredaran uang di masyarakat harus berputar dengan cara orang yang punya uang berbelanja ke pasar,” imbuhnya.

Disamping itu, kata Muzakkir, perlu edukasi ke masyarakat agar tidak ada ketakutan untuk berbelanja ke pasar. Di pasar tradisional yang dikelola Perumda PPJ semua mengikuti anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan.

“Semua prokes sudah kita lakukan, penyemprotan, pedagang double masker, cuci tangan dan segala macam, sudah kita tempuh. Dan dari data yang ada yang terpapar di pasar kecil, tidak sampai dua persen, dengan adanya edukasi ada dorongan masyarakat berbelanja di pasar,” paparnya.

Pihaknya mencatat penurunan daya beli masyarakat antara pasar basah menjual kebutuhan pangan dan pasar kering yang menjual non pangan berbeda. Namun demikian, secara persentase penurunan cukup signifikan.

“Pasar basah turun 50 persen, pasar kering itu drop sampai 70 persen, jadi bisa kebayang pasar itu boleh masuk 50 persen, nggak ada orang, yang masuk 20-30 persen. Ini realita di lapangan. Sejak dari tanggal 3 (PPKM Darurat) sampai sekarang masih,” jelasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *