Kreatif, Pelajar SMPN 6 Kota Bogor Olah Daun Ketapang jadi Tinta Spidol

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pelajar SMP Negeri 6 Kota Bogor meraih juara satu untuk kategori sekolah dalam lomba Kreativitas dan Inovasi Urang Bogor (Kribo) 2021. Nova Navasya bersama rekannya Zahra Fadhilah Susanti keluar sebagai juara dengan inovasi tinta spidol berbahan baku daun ketapang.

Nova Navasya mengatakan, ia bersama rekannya Zahra membuat inovasi mengolah daun ketapang kering menjadi tinta spidol.

Ide tersebut tercetus awal mula dari melimpahnya limbah daun ketapang kering di halaman sekolahnya. Tanpa diduga inovasinya membawa ia dan teman satu timnya meraih juara.

Pengolahan daun ketapang untuk menjadi tinta spidol terbilang sederhana. Daun ketapang yang digunakan ialah daun yang kering setelah proses penjemuran paling lama tiga hari.

“Jadi daun ketapang dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari. Daun ketapang yang sudah kering lalu diblender, kemudian dimasukkan ke dalam kapot ditunggu sampai sari daun ketapang keluar,” paparnya.

Setelah proses itu, lanjut Nova, sari daun ketapang didiamkan pakai paku berkarat dan maizena. “Jadilah tinta spidol yang harganya lebih murah dan ramah lingkungan,” katanya.

Lomba Kribo ini diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pengumuman pemenang dan menyerahkan hadiah kepada para juara mulai dari juara satu hingga harapan ketiga di setiap kategori di Bogor Creative Center (BCC), Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, pada Senin (29/11/2021).

Penyerahan hadiah ini diberikan langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya. Kesempatan ini, Bima Arya memberikan beberapa pesan kepada para peserta pemenang juara Kribo.

“Tantangan kita sama bagaimana caranya meninggalkan kebiasaan lama, melakukan hal-hal yang baru, tidak terjebak rutinitas, melakukan hal-hal yang berbeda dan lebih bermanfaat,” ujar Bima Arya.

Sejak 2014, dikatakan Bima Arya, Pemkot Bogor berusaha keras melakukan tiga hal terkait tantangan melakukan hal baru. Pertama, adalah membangun kultur inovasi bagaimana semua terbiasa dengan hal-hal baru.

Di awal 2019, ia meminta Bappeda mengambil posisi strategis untuk leading sektor dalam hal berinovasi dan berkreasi. Seluruh organisasi perangkat daerah pun dituntut berinovasi dan berkreasi. Hasilnya, pada 2019 dan 2020 Kota Bogor dinobatkan menjadi Kota Paling Inovatif.

“Tapi saya sadar ternyata yang menjadi PR bukan menumbuhkan kulturnya, tapi dua hal yakni sumber dari inovasi tidak boleh terbatas. Inovasi harus dibuka untuk semua bukan hanya ASN, tapi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Sehingga bukan saja menumbuhkan inovasi tapi membuka ruang kolaborasi,” imbuhnya.

Selanjutnya cara kedua, kata Bima Arya, inovasi tersebut agar menjadi kelembagaan dan berlanjut. Sehingga siapapun wali kota nanti mewarisi suatu sistem yang inovasinya terdepan dan inovasi yang dihasilkan menjadi program serta kegiatan di masyarakat.

“Jadi bukan lomba adu cepat, saya yakin yang berharga bukan karena dapat piala dan uang pembinaan, tapi hal paling berharga dari inovator yakni inovasinya dirasakan warga dan menjadi program dan kegiatan. Tahun depan semoga bisa lebih meriah dan Kota Bogor terkenal sebagai biangnya inovator,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, lomba Kribo ini telah dilaksanakan sejak 23 Agustus dengan melalui empat tahapan. Antara lain sosialisasi, pengumpulan proposal, seleksi administrasi dan substansi, pengecekan lapangan dan presentasi peserta.

Rudy juga menjelaskan, lomba Kribo pertama kali diselenggarakan pada 2019 dengan diikuti 39 peserta. Namun pada 2020, lomba Kribo tidak diselenggarakan mengingat kondisi dan situasi pandemi Covid-19.

“Di tahun 2021 ini peserta mengalami kenaikan dua kali lipatnya menjadi 76 di antaranya SMP dan SMA 27 peserta, PTN dan lembaga penelitian 13 peserta dan masyarakat umum 36 peserta,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk poin-poin yang dinilai juri, di antaranya kebaruan, kemanfaatan dan pengembangan dari inovasi.

Setelah pengumuman pemenang ini, Pemkot Bogor akan memfasilitasi semua inovasi para juara untuk didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Namun sebelumnya akan ada inkubasi dan kemudian diproduksi massal berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Jadi memang inovasinya tidak berhenti di lomba. Tahun depan kita akan persiapkan lomba Kribo lebih baik lagi, tahun ini pun kami sempat ragu tapi Alhamdulillah ada peningkatan peserta, total hadiah hampir Rp100 juta,” pungkasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *