Asep Nadzarulloh Terpilih jadi Ketua Katar Kota Bogor

BOGORONLINE.com – Temu Karya Karang Taruna (TKKT) Kota Bogor ke-VI yang digelar di Hotel Sahira Paledang, Bogor Tengah pada Rabu (13/4/2022) malam menghasilkan Asep Nadzarulloh sebagai ketua Karang Taruna (Katar) Kota Bogor periode 2022-2027 meneruskan kepemimpinan dari Rd. I. Mulyana J. Sumpena.

Ketua Katar Kota Bogor terpilih Asep Nadzarulloh mengatakan, TKKT Kota Bogor terlaksana dengan baik dengan dua bakal calon yang mendaftar dimulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Dua nama tersebut, yaitu Asep Nadzarulloh dan Banu Lesmana.

“Alhamdulillah saya terpilih sebagai ketua Katar periode 2022-202. Insya Allah kedepan akan berkolaborasi dengan karang taruna kelurahan dan kecamatan SeKota Bogor. Saya akan aktifkan Kartar dalam hal pemberdayaan ekonomi dan sosial,” ungkap Asep yang akrab disapa Kevin usai Temu Karya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional Budhy Setiawan mengatakan, TKKT Kota Bogor tahun 2022 ini tuntutan dari amanah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), ketika kepengurusan telah habis masa baktinya, apabila pengurus belum sampai batas habis masa baktinya, belum juga melaksanakan TKKT, maka diambil alih atau ada caretaker oleh kepengurusan diatasnya.

“Itu amanah AD/ART. Jadi diambil alih oleh pengurus Provinsi Jawa Barat mengadakan TKKT Kota Bogor tahun 2022 ini,” katanya.

Budhy berpandangan kondisi Katar Kota Bogor di level kecamatan dan kelurahan cukup bagus aktivitasnya dan aktif dalam hal-hal yang produktif untuk mengajak pemuda. “Untuk pengurus Kota Bogor nya boleh dibilang tidak terlalu aktif dibandingkan kabupaten dan kota lain, tapi ini kondisi yang terjadi juga di wilayah lain,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, antusiasme menjadi pekerjaan rumah bagi organisasi Katar dalam era teknologi informasi, banyak anak-anak atau pemuda lebih aktif dengan gadget dibandingkan lingkungan sekitar.

“Saya salut di beberapa daerah tertinggal, peran pemuda menonjol walau tidak berbaju Kartar. Antusiasme ini menjadi PR di semua tingkatan termasuk nasional juga provinsi. Untuk pengurusan tingkat kota, nanti pembinaan secara berjenjang. Nanti kota dibina provinsi dan provinsi dibina kota, begitupun kota ke bawah sama. Kalaupun ada dari kami melakukan pembinaan langsung ke kota tentunya bersama pengurus Jawa Barat,” jelas Budhy yang juga anggota DPR RI.

“Kebetulan saya ada di sini, sering kali saya mengajak Katar aktif di pemberdayaan ekonomi dan sosial. Karena pemberdayaan ekonomi diperlukan, tanpa adanya pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial tidak akan berjalan berkesinambungan,” tambahnya.

Budhy menegaskan, apabila orang diberikan bantuan sosial tanpa diberdayakan percuma saja, sehingga dia akan terus bergantung kepada bantuan saja. Karena itu dirinya mengajak Kartar untuk melakukan apapun bentuknya pemberdayaan sosial.

“Kota Bogor saya lihat minim komunikasi dengan pengurus level provinsi atau pengurus Provinsi Jawa Barat sehingga adanya dinamika, muncul pro dan kontra. Kalau mereka punya pemahaman aturan ini sesuai AD/ART, ini sesuai aturan kok,” pungkasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *