Ngaku Nafsu, Duda Begal Payudara Karyawati di Jembatan Merah

BOGORONLINE.com – H alias Gemeng (30) terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib. Dia diamankan polisi lantaran aksi begal ‘payudara’ terhadap SE (27).

Polisi mengamankan sang begal payudara tak lama usai beraksi di area jembatan merah, Paledang, Bogor Tengah, sekira pukul 23.00 WIB pada Rabu (30/3/2022).

Kejadian itu bermula saat SE berjalan di kawasan tersebut selepas pulang kerja dari Jakarta. Setiba di lokasi kejadian, H tiba-tiba langsung memegang dan memeras payudara korban.

“Korban saat itu baru keluar dari stasiun Bogor berjalan ke arah jembatan merah. Disitu (korban) sudah diikuti tersangka. Pada saat warga di sana agak sepi, di situlah tersangka melakukan pembegalan payudara,” kata Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto, Jumat (1/4/2022).

Mendapat perlakuan tak senonoh tersebut, SE langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Bogor Kota. Tak butuh lama untuk polisi mengamankan H yang masih berada tak jauh dari lokasi kejadian.

“Unit PPA yang sedang piket langsung melakukan pengerjaan terhadap tersangka. Tersangka dapat kami amankan di area PGB,” terangnya.

Pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan proses pemeriksaan insentif terhadap tersangka. Untuk sementara motif duda ini melakukan aksi tersebut lantaran nafsu ketika melihat korban.

“Dari proses penyelidikan tersangka mengakui merasa nafsu terhadap korban. Untuk saat ini pengakuannya hanya satu kali, tapi kami akan mendalaminya, apakah kejadian di tempat lain dia (H) pelakunya atau bukan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, H disangkakan melanggar Pasal 289 KUHP Jo Pasal 281 ayat (1) KUHP. “Ancaman hukuman pidana dengan pidana penjara hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun,” katanya.

Dhoni menambahkan, pihaknya mengimbau agar masyarakat terutama wanita untuk selalu waspada pada saat di tempat-tempat umum, terlebih di waktu malam hari. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *