Cibinong – Para pengusaha muda di Kabupaten Bogor berinisiatif untuk membuat wadah bagi para pemuda yang akan memulai karir menjadi seorang pengusaha.
Wadah tersebut dinamai dengan Rumah Ide Pemuda yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Forum UMKM, Kabekraf Kabupaten Bogor dan didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.
Berlokasi di ruko Jalan Tegar Beriman, seberang Cibinong City Mall, para pemuda Kabupaten Bogor bisa melakukan konsultasi bisnis dengan para mentor yang telah disediakan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menyebut, wadah Rumah Ide Pemuda itu merupakan memberikan apresiasi terhadap launcingnya Ruang Ide Pemuda itu.
“Ini salah satu kegiatan yang kita gagas terkait dengan bagaimana pembinaan pemuda ini tidak kaku, artinya yang dilakukan dulu itu bintek, sekrng datang langsung kesini, kita menyiapkan tempatnya,” kata Asnan usai melaunching Rumah Ide Pemuda, Kamis (3/11/2022).
Menurutnya, para pemuda bisa langsung datang ke Rumah Ide Pemuda jika ingin berkonsultasi perihal usaha. Bahkan, Ruang itu, dibuka secara gratis untuk masyarakat Kabupaten Bogor.
“Tidak hanya konsultasi usaha, disini juga disiapkan untuk konsultasi psikologi dengan ahli yang berkompeten pada bidangnya,” paparnya.
Sementara, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bogor, Akhmad Hidayat menyebut bahwa Rumah Ide Pemuda itu merupakan terobosan baru HIPMI dalam mengakomodir para pemuda yang senang menjadi pengusaha.
“Ini merupakan terobosan terbaik menurut temen-temen HIPMI untuk mengakomodir anak-anak muda dikabupaten Bogor yang memang sudah mulai punya niat ataupun yang sudah berjalan usahanya untuk jadi wirausaha muda,” ucapnya.
Langkah konkret BPC HIPMI Kabupaten Bogor yakni dengan mementori secara langsung para oengusaha muda pemula untuk bisa menjalankan usahanya dengan baik dan benar.
“Salah satu tugas dari teman-teman HIPMI yaitu mentoring anak-anak yang mau usaha salah satunya Nomor Induk berusaha dan yang kedua bagaimana caranya membuat cara akses permodalan dan akses dari market,” paparnya.
“Karena rata-rata wirausaha muda ini yang paling berat itu akses permodalan dan market,” lanjutnya.





