BOGORONLINE.com – Dinas Perhubungan Kota Bogor telah merampungkan kajian kemampuan dan kemauan membayar (ATP-WTP) penumpang terhadap harga tiket BisKita Transpakuan.
“(Kajian) ATP-WTP sudah rampung,” kata Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, Minggu (13/11/2022).
Dengan rampungnya kajian itu, pihaknya akan menindaklanjuti menyampaikan ke Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
“Nanti kita rembukan sama BPTJ, sampaikan prosesnya. Diskusi sama BPTJ selesai, kita sosialisasikan dengan Organda untuk kajian non teknis, masukan dari mereka berapa,” katanya.
Ia menambahkan, jika semua tahapan selesai, kemungkinan besar tarif Biskita Transpakuan sudah bisa diterapkan di tahun 2023.
“Itu tahapan sudah hampir selesai, dan insyaallah jika lancar mudah-mudahan tahun depan sudah bertarif,” ujar Eko.
Disinggung soal besaran tarif, Eko berkata, saat ini dirinya belum bisa memberikan penjelasan mengenai hal besaran tarif yang akan diterapkan nanti.
“Nominalnya belum bisa disebutkan. Ada kajian teoritisnya. Nanti ketika kita sudah rembukan sama temen-temen Organda, kita akan buka,” katanya.
Namun demikian, Eko mengatakan, tarif bagi penumpang dari kalangan pelajar tentunya akan dibedakan dengan penumpang umum. “Mungkin kita akan usulkan untuk pelajar berbeda,” ucapnya.
Sejak beroperasi November 2021, 49 BisKita Transpakuan yang merupakan program Buy The Service (BTS) dari BPTJ hingga sekarang masih memberikan pelayanan secara gratis di jalur empat koridor. (Hrs)





