Negeri para Koruptor dan Penjudi

Headline, Sosok420 views

 

Dalam sebuah kesempatan, Prof. Mahfud MD pernah mengungkapkan, “Jika disektor tambang tidak dikorupsi, maka setiap orang dari rakyat Indonesia akan kebagian setiap bulannya Rp. 20 juta. Belakangan, kita dihebohkan oleh kejadian korupsi timah yang mencapai 271 triliun. ini baru satu sektor dari sumber daya alam yang dimiliki oleh bangsa ini. belum sektor – sektor lain (kelautan, kehutanan, dll). Negeri ini benar benar kaya, dan kekayaannya sebenarnya dan seharusnya bisa membuat sejahtera rakyatnta dan maju bangsanya.
Mardigu dalam IG nya memposting: “Indonesia berada diperingkat satu pemain jadi online terbanyak di dunia, transaksinya mencapai Rp, 81 triliun”, belum jenis jenis judi lainnya. Dan mirisnya mayoritas pemain judi itu kebanyakan orang orang miskin. Ketika saya dialog bersama anak saya (mahasiswa) tentang fenomena judi slot, anak saya katakan, “hampir mayoritas teman teman generasi Z nya adalah pemian judi slot termasuk didalamnya para mahasiswa”
Dua fenomena yang paradox diatas memberikan gambaran pada kita bahwa negeri ini sedang dalam keadaan darurat mental. Fenomena ini sudah tidak bisa dilihat lagi sebagai gejala personal-individual, namun telah menjadi problem sosial-struktural. Maka, anjuran anjuran moral tidak akan pernah bisa menghentikannya. Diperlukan kekuatan yang bisa mnenghentikannya. dan kekuatan itu berada ditangan para penyelenggara negara, karena hanya mereka yang memiliki sumber daya untuk menghentikannya. Persoalannya, sejauhmana penyelenggara negara memiliki kemauan untuk menghentikannya, atau jangan jangan tangan tangan kotor penyelengara negara menjadi bagian darinya. Jika demikian adanya, negeri yang religius ini dengan sumber daya alam yang melimpah ini akan menjadi negeri yang hina. Karena, baik pemimpin dan yang dipimpinnya berada dalam kubangan kemaksiyatan. Sebuah kubangan yang akan menenggelamkan kedasar malapetaka. Adi Masardi dalam sebuah judul pusinya ia menulis “negeri para bedebah”. baik pemimpin dan rakyatnya berada dalam zona kehancuran menta dan moral

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *