bogorOnline.com-KEMANG
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten Bogor sukses menggelar Pelantikan Raya. Menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus penegasan arah gerakan PMII dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya bonus demografi Indonesia.
Pelantikan Raya ini melantik pengurus Komisariat PMII UNUSIA serta lima Rayon, yakni Rayon FKIP, FEB, Fajrul Falakh, FTIK, dan Rayon Nusantara. Kegiatan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat kaderisasi dan peran sosial PMII di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Ketua Pelaksana Pelantikan, Ifrod Maulana, menjelaskan, kegiatan ini mengusung tema “Mengaktualisasikan Spirit Mahbub Djunaidi dalam Amanah Kepengurusan untuk Meneguhkan PMII sebagai Gerakan Intelektual dan Sosial.
“Tema ini menjadi komitmen PMII UNUSIA untuk menghidupkan nilai perjuangan PMII dalam praktik nyata, baik secara intelektual maupun sosial,” ujarnya.
Masih Ifrod mengatakan, PMII UNUSIA keberpihakannya kepada kaum mustad’afin dengan mendorong gerakan sosial yang bersinergi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.
“Spirit perjuangan Mahbub Djunaidi dijadikan landasan gerakan dalam menjawab persoalan ketidakadilan di tingkat akar rumput,” katanya.
Sambung Ketua Komisariat PMII UNUSIA Kabupaten Bogor periode 2025–2026, Arina Sa’yin Afifa menekankan, pentingnya membangun kader yang berkomitmen dan berorientasi pada pengabdian. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembinaan yang serius untuk meningkatkan kualitas intelektual, sosial, dan kepemimpinan kader.
“PMII UNUSIA harus memberi manfaat bagi kader dan masyarakat, memperkuat kaderisasi, serta mendorong transformasi organisasi melalui digitalisasi,” ujarnya.
Lanjut Majelis Pembina Komisariat (Manbikom) PMII UNUSIA, Khotibul Umam menyampaikan, bahwa distribusi kader merupakan bagian dari tanggung jawab struktural PMII. Dengan jumlah kader yang besar, PMII UNUSIA dinilai memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.
“Baik diranah organisasi maupun pengabdian publik,” katanya.
Tambah Ketua PC PMII Kabupaten Bogor, Aqso Bintang Nusantara mengatakan, turut mengapresiasi PMII UNUSIA sebagai salah satu lumbung kader PMII.
“Menegaskan bahwa kualitas dan kepemimpinan kader harus menjadi fokus utama dalam proses kaderisasi,” katanya.
Sementara itu, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somadmenekankan, pentingnya kemandirian kader, terutama kemandirian finansial, agar distribusi kader berjalan secara sehat dan bermartabat. Ia juga menilai kader PMII UNUSIA telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam menghadapi tantangan bonus demografi.
“Pelantikan Raya ini menjadi penegasan bahwa PMII Komisariat UNUSIA Kabupaten Bogor berkomitmen membangun kader yang mandiri, berkualitas, berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.(rul)





