BogorOnline.com — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS) menggelar aksi ‘Bukan Wartawan Pendopo’, Jumat (2/9/2026). Melalui aksi ini puluhan jurnalis mengajak multipihak untuk kompak membersihkan Kabupaten Bogor dari para koruptor.
“Khusus bagi kalangan insan pers, kami ingin menyampaikan pesan khusus agar wartawan tetap menjaga profesionalitas, kritis, dan independen. Wartawan harus ikut berperan aktif agar tidak lagi terjadi perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme di Bumi Tegar Beriman Kabupaten Bogor. Kami sangat malu perilaku korupsi selalu terjadi dalam setiap estafet kepemimpinan Bupati Bogor,. Apalagi sekarang menjadi halaman rumah Presiden Prabowo Subianto,” papar Ketua FWBS, Acep Mulyana.
Oleh karena itu, FWBS ikut mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan tersangka dan menangkap para koruptor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Sebagaimana telah diketahui publik secara luas, sudah satu bulan lebih KPK belum juga menetapkan tersangka. Padahal telah menyita uang koruptor Rp1,5 miliar dan telah melakukan penggeledahan Kantor Bappenda, Dinas Pendidikan, dan BKSDM,” tegasnya.
Senada dengan Sekretaris FWBS, Feri mengungkapkan keprihatinan atas kasus Korupsi di tanah Tegar Beriman. Menurutnya Korupsi di wilayah itu seakan menjadi budaya para oknum pejabat.
“Sebagai generasi muda kami sangat prihatin atas kelakuan oknum pejabat Pemkab Bogor yang selama ini tidak pernah mau bertaubat dan serius bekerja untuk masyarakat secara luas, namun masyarakat hanya dijadikan sapi perah untuk memperkaya diri para oknum pejabat itu,” ungkap Feri.
Ia menegaskan aksi ‘Bukan Wartawan Pendopo’ ini merupakan suatu perlawanan serius kepada Pemkab Bogor, di mana arahan Presiden Prabowo sudah jelas dan diketahui semua pihak agar semua elemen masyarakat kompak melawan korupsi.
“Sesuai arahan Presiden masyarakat diminta kritis terhadap kebijakan pemerintah dan bersama sama perang terhadap korupsi,” tegasnya.
Ketua Umum Aspirasi Masyarakat Indonesia (AMI), Adi Prabowo, menyampaikan apresiasi terhadap aksi jurnalis ‘Bukan Wartawan Pendopo’. “Ini sebagai bentuk aspirasi bahwa kalangan insan pers juga sangat peduli terhadap nasib Kabupaten Bogor. Wartawan harus berani menyuarakan kebenaran demi hajat hidup orang banyak,” imbuhnya.
(Deni)





