BogorOnline.com — Insiden kecelakaan minibus terjun ke jurang di Jembatan Bendungan, Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Rabu (14/10/2026) lalu masih menyisakan kesedihan bagi keluarga Salim (71), sopir minibus yang meninggal di tempat.
Kawariah, istri Salim, mengaku telah mengikhlaskan kepergian suaminya. Ia pun bersama anggota keluarga tidak menuntut pihak manapun dari peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut.
Ditemui di kediamannya, di Kampung Anyar RT 002/002, Desa Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kawariah pun memberikan keterangan penting terkait kondisi suaminya.
“Suami saya sejak lama mengidap penyakit jantung. Sebelum berangkat kerja pada hari kejadian itu pun sempat mengeluh sakit ke saya. Saya sempat melarang berangkat kerja. Jadi saya sangat yakin mungkin jantungnya sedang kumat waktu kejadian itu, bukan karena rem kendaraannya yang rusak seperti banyak diberitakan dan dalam laporan kepolisian,” ungkapnya.
Kawariah menandaskan, suaminya telah berprofesi sebagai sopir sejak puluhan tahun. “Sebelumnya belum pernah kejadian,” ujarnya.
Ia pun mengungkapkan dengan manajemen perusahaan tempat suaminya bekerja sudah melakukan pertemuan. “Alhamdulillah sudah berdamai, tidak ada tuntutan apapun. Walaupun waktu itu almarhum berniat membawa penumpang di luar jam dinas,” paparnya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh pihak perusahaan pemilik minibus juga sudah melakukan perdamaian dengan pemilik kendaraan Honda BR-V putih bernomor polisi F-1493-DZ yang sempat tersenggol minibus.
(Acep Mulyana)





