BogorOnline.com – GUNUNG PUTRI
Puluhan hakim telah menuntaskan pelatihan sertifikasi hakim bidang agraria yang digelar oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia ATR/BPN, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hari ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Suyus Windayana menjelaskan, pelatihan sertifikasi hakim agraria itu merupakan pelatihan pertama yang diikuti oleh 80 hakim.
“Kita menyelesaikan angkatan pertama, jumlahnya 80 orang, yang ikut sampai selesai itu 79 orang. Jadi 78 orang itu mendapatkan sertifikasi,” ujarnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi Rabu (16/10/24).
Masih Suyus mengatakan, pelatihan sertifikasi hakim agraria periode pertama itu menjadi awal untuk menyelesaikan permasalahan tanah mulai dari hilir pengadilan atau perkara. Sedangkan masih ia mengatakan, dari sisi hulu menyelesaikan banyak hal sekarang, bagaimana kita mendaftarkan seluruh bidang tanah yang jumlahnya sudah 118,5 juta bidang, kita sudah mendaftarkan peta lengkap di 79 kantor pertanahan. Saya pikir ini menjadi langkah awal agar konflik tanah itu semakin diminimalisir.
Ia berharap juga para hakim agraria yang mendapatkan sertifikasi itu mampu menyelesaikan permasalahan tanah dengan pemahaman dan putusan yang sama. Dengan sisi hilir bekerjasama dengan Mahkamah agung. Berdiskusi panjang dengan MA dan ini adalah salah satu solusi yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan, semua putusan peradilan mendapatkan pemahaman yang sama.
“Memberikan kepastian hak dan memberikan keadilan bagi masyarakat, oleh karena itu, kita melihat ini langkah awal yang nanti kita akan lanjutkan, tahun ini 80 peserta, tahun depan akan dilakukan kembali,” tambahnya.(rul)





