bogorOnline.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan, soal bayi sembilan bulan lahir tanpa tempurung kepala lalu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong itu. Dirinya mengetahui dan merasa prihatin. Maka dirinya meminta kepada Dinas Kesahatan (Dinkes) Pemkab Bogor.
“Untuk bisa memberikan pencegahhan terhadap penyakit,” kata Adang saat ditemui bogorOnline.com di Pendopo Pemda Cibinong.
Adang menambahkan, pihaknya juga setuju dengan tanggapan dari Dewan supaya Petugas kesahatan bisa sampai merambah ketingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT), untuk memberikan pencegah terhadap pennyakit yang berbahaya.
“Intinya Dinkes harus bisa dirasakan kehadirannya oleh warga Bumi Tegar Beriman, supaya kejadian ini tidak selalu berulang,” tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilana Rakyat Daerah (DPRD( Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, terkait meninggalnya se orang bayi sembilan bulan tanpa tempurung kepala bernama
Karim Maulana.
Hal diatas seharusnya menjadi pembelajaran dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk bisa langsung terjun ke masyarakat melaui kepanjangan tangannya.
“Supaya bisa memberikan pencegahan penyakit melaui pengetahuan yang Dinkes miliki,” kata Egi saat ditemuibogorOnline.com.
Sekedar dijetahui, kabar duka menyelimuti pasanagan suami istri Hendra Herdiana dan Tati Sumiyati pasalnya anak tercintannya yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong bernama Karim Maulana bayi yang lahir tanpa tenpurung kepala telah meninggal dunia.
Hendra Herdiana (35) mengatakan, sebelum meninggal anaknya sempat kritis selama dua hari dan dirawat di Ruang Dahlia RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Dokter menyatakan dia dalam kondisi kritis dan puncaknya Minggu 18/9/16, meninggal dunia.
“Ibunya menangis keras namun setelah dinasihati kini ia sudah ikhlas. Karim dimakamkan berdampingan dengan dua makam kakaknya yang nomor dua dan tiga,” tambahnya.(rul)





