bogorOnline.com-CILEUNGSI
Terkait jorok urugan di wilayah Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, buat warga terluka dan sakit beberapa hari yang lalu
pihak pengelola proyek urugan coba bertanggung jawab dan benahi cara kerja.
Hal itu seperti penjelasan Teddy perwakilan perusahaan mengatakan, pihaknya sudah berikan bantuan biaya pengobatan kepada empat pengendara motor yang mengalami luka-luka. Bagas,Tiara dan termasuk pasangan suami istri Tirah dan Jimi Jamaludin, warga Kampung Elok Cileungsi, yang sebelumnya terjatuh dan mengalami luka di sekujur tubuh akibat jalan yang licin oleh tumpahan tanah.
Korban menerima bantuan tersebut setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Klinik PKO Muhammadiyah Cileungsi.

“Selain biaya pengobatan, perusahaan juga memberikan uang kerohiman sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial akibat insiden yang terjadi di sekitar lokasi aktivitas urugan,” ujarnya kepada Wartawan belum lama ini.
Masih Teddy menambahkan, pihaknya juga komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperbaiki prosedur aktivitas pengurugan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga turut prihatin atas insiden itu dan kami berkomitmen menambah petugas pengawas serta alat kebersihan untuk memastikan tanah tidak kembali tercecer ke badan jalan.
“Apalagi sejumlah warga mengapresiasi bantuan yang telah diberikan, namun tetap berharap adanya evaluasi terkait aktivitas proyek agar tidak menimbulkan dampak negatif ke depannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Informasi yang didapat bogorOnline.com, korban jatuh sebanyak 4 orang dilokasi jalan pengurugan akibat tumpahan tanah yang jatuh ke jalan dalam keadaan basah sehingga membuat licin jalan tersebut, mengakibatkan 4 orang pengendara motor terjatuh dan mengalami luka luka.
Korban suami istri bernama (Tirah) dan (Jimi Jamaludin) warga kp. Elok cileungsi mengalami luka luka di sekujur tubuh, akibat tergelincir karena licinnya jalan dari tumpahan matrial tanah dari dalam proyek pengurugan tersebut.
Korban suami istri yang terjatuh di lokasi pengurugan tersebut langsung di bawa ke klinik PKO Muhamadiyah Cileungsi.
Warga masyarakat sekitar saat dimintai informasi mengatakan, mereka sangat resah dengan adanya proyek urugan tersebut, menurutnya dengan adanya proyek urugan tersebut, jalan menjadi kotor dan licin saat hujan dikarenakan banyaknya tumpahan matrial tanah ke jalan, yang mengakibatkan sering adanya pemotor yang terjatuh.
“Selain dampak kotoran, jalan pun menjadi macet, jika ada truk truk pengangkut urugan yang berhenti di pinggir jalan, ucapnya.
Menurut saksi yang tidak mau disebutkan namayan, untuk korban yang dua lagi semua nya warga masyarakat cileungsi, dan dibawa klinik terdekat lokasi.
Kini ke empat korban yang terjatuh di lokasi pengurugan di wilayah Desa cileungsi kota meminta tanggung jawab perusahaan atas pengobatan yang mereka alami.
“Warga masyarakat Cileungsi kota, berharap adanya tindakan tegas dari Aparatur Hukum dan Dinas terkait untuk perusahaan urugan tersebut,” harpapnya.(rul)





