Bogor, Bogoronline.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat mengkritik Gubernur Jawa Barat terkait cara pembagian bantuan sosial bagi para pekerja yang terimbas akibat penutupan tambang di Parungpanjang.
Menurut Doni, Gubernur Dedi Mulyadi harusnya langsung memberikan kompensasi senilai 9 juta rupiah per-orang dan tidak perlu memakai sistem gelombang 1, 2 dan seterusnya.
“Harusnya itu tidak boleh, Ini persoalan mereka (pekerja tambang) bisa bertahan hidup untuk sehari-hari, karena kebanyakan pasti punya keluarga untuk dinafkahi,” kata Doni saat dihubungi awak media, Selasa (20/01/2026).
“Gubernur harusnya jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, dia galak dalam mengambil keputusan harusnya juga cepat dan galak saat menepati janjinya kepada masyarakat,” ujar Doni.
Politisi PDIP ini sudah memberikan data sebelumnya bahwa ada sekitar 14 ribuan kepala keluarga (KK) yang terdampak akibat penutupan tambang ini dan faktanya hingga Januari 2026 ini ternyata jumlahnya hampir 19 ribuan KK.
“Orang sudah kehilangan pekerjaan, lalu dia (Gubernur Dedi Mulyadi) menjanjikan kompensasi, dalam realisasinya harusnya galak juga dong jangan cuma waktu menutup tambangnya saja,” tandas Doni.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, penyaluran bantuan sosial kepada 2.938 kepala keluarga telah dilakukan pada Desember 2025 dan dibagi dalam dua tahap. Pada tahap I, bantuan sosial diberikan kepada 928 kepala keluarga di lima desa Kecamatan Parungpanjang, yaitu Desa Cibunar, Desa Lumpang, Desa Gorowong, Desa Dago dan Desa Jagabaya.
Sementara, pada tahap II, sebanyak 2.010 kepala keluarga yang menerima bantuan sosial berada di empat desa Kecamatan Cigudeg, yaitu Desa Bunar, Cintamanik, Mekarjaya, Tegallega dan empat desa di Kecamatan Rumpin, yakni Desa Rumpin, Desa Sukasari, Desa Sukamulya dan Desa Mekarsari.
Selanjutnya, penyaluran bantuan sosial tahap III dan IV akan dilaksanakan pada 2026 untuk 15.293 kepala keluarga.
“Masyarakat yang belum mendapat bantuan pada 2025 dipastikan akan menerima pada tahun 2026,” kata Ade, Rabu (14/1/2026).
Rinciannya, pada tahap III, bantuan bakal diberikan kepada 6.216 kepala keluarga di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.
Kemudian, sebanyak 9.077 kepala keluarga di Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin akan menerima bantuan sosial pada tahap IV.





