PWI Kota Bogor Kecam Intimidasi Terhadap Fotografer Radar Bogor saat Meliput Tes Swab di Mitra 10

Headline, Kota Bogor1.2K views

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan fotografer Radar Bogor, Sofyansyah saat meliput jalannya tes swab di supermarket bahan bangunan Mitra 10, Kota Bogor, Kamis (18/06/2020) pagi.

Ketua Tim Advokasi PWI Kota Bogor, Bagus Harianto mengatakan, dugaan intimidasi, ancaman dan perampasan hasil jurnalistik terhadap wartawan itu jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat demokrasi selain bertentangan dengan amanat UU 40/1999 tentang Pers.

Atas dasar itu, PWI Kota Bogor mengecam keras dugaan aksi intimidasi yang dilakukan oleh oknum pihak Mitra 10 terhadap salah seorang wartawan fotografer Radar Bogor, mengingat wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi UU 40/1999 tentang Pers.

“Harus diingat bahwa setiap ancaman dan penghalangan terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik dapat dikenakan hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp500 juta,” imbuh Bagus.

Bagus juga mengatakan, PWI Kota Bogor meminta pihak berwajib segera menangkap pelaku yang diduga telah mengintimidasi dan merampas hasil jurnalistik saudara Sofyansyah untuk dimintai keterangannya.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar sengketa pemberitaan dengan media massa dapat diselesaikan berdasarkan UU 40/1999 tentang Pers untuk memperoleh hak jawab dan koreksi,” katanya.

Atas peristiwa ini, kata Bagus, Divisi Advokasi PWI Kota Bogor siap memberikan pendampingan hukum kepada saudara Sofyansyah sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Sofyansyah menceritakan ihwal mula peristiwa tersebut saat dirinya masuk ke Mitra 10 bersama rombongan Dinas Kesehatan Kota Bogor yang akan melaksankan tes swab Covid-19 sekira pukul 08.00 WIB.

“Saya sengaja datang pagi biar bisa masuk. Waktu itu ada mobil-mobil masuk dari Dinkes saya ikut masuk. Sempat ditanya satpam saya bilang dari media akhirnya bisa masuk. Di dalam belum mulai, saya nunggu diparkiran motor,” kata Sofyansyah.

Sekitar 30 menit kemudian, tes swab terhadap karyawan Mitra 10 dimulai dan ia perlahan mengambil foto-foto proses pengambilan sampel menggunakan telepon genggam miliknya.

“Pas mulai ada kesibukan saya ambil gambar pakai handphone, baru tiga kali foto terus mereka curiga. Ada 4 sampai 5 orang nyamperin nanya dari mana. Saya jawab dari media ikut rombongan Dinkes. Terus diminta tanda pengenal,” jelasnya.

Tak hanya menghampiri, beberapa orang tersebut melakukan intimidasi dengan menyuruh menghapus foto dari handphone seraya membentak-bentak.

“Suruh dihapus gambar saya, saya kasih ke kemudian dihapus oleh mereka. Terus ada orang sepertinya atasan mereka juga nyuruh periksa WhatsApp. Belum puas mereka juga minta KTP sama kartu pers terus difoto. Sambil bentak-bentak dan bilang ini internal karyawan, kalau fisik sih enggak,” ungkapnya.

Setelah peristiwa itu, Sofyansyah pun akhirnya pergi meninggalkan lokasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *