BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Pemerintah Kota Bogor melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor melakukan sosialisasi dan arahan pencegahan penyebaran Covid-19 kepada karyawan Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop) di Kota Bogor pada Rabu (24/6/2020). Kegiatan ini dilakukan sebagai penguatan penerapan protokol kesehatan di SEAMEO Biotrop.
Dalam kegiatan itu hadir Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno dan Lurah Pakuan Arief Hidayat. Sedangkan dari SEAMEO Biotrop hadir Deputi Bidang Administrasi, Zulhamsyah Imran dan Ketua Gugus Tugas Covid-19, Armaiki Yusmur beserta jajarannya.
Dedie A. Rachim mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas SEAMEO Biotrop dimana sampai hari ini tidak ada satupun dari sisi kesehatan yang terdampak Covid-19 di SEAMEO Biotrop.
“Saya apresiasi dan mudah-mudahan ini bisa terus dipertahankan, paling tidak ini sudah ada langkah-langkah persiapan untuk kegiatan internasional pada bulan Oktober 2020 mendatang. Ya, tadi sempat dibahas sebelum paparan, SEAMEO Biotrop akan mengadakan satu kegiatan internasional dengan mengundang 11 negara Asia Tenggara,” tutur Dedie.
Berkaitan hal itu, kata Dedie, pertama dilihat dulu perkembangan situasi status Covid-19 di Kota Bogor dari sisi jumlah data yang diakumulasikan menjadi penilaian zonasi. Saat ini, Kota Bogor sendiri masuk zona kuning atau tingkatan level 3.
“Artinya banyak hal yang perlu dipersiapkan dan masih banyak hal yang boleh dilaksanakan termasuk pertemuan-pertemuan dalam jumlah besar. Tetapi bicara bulan Oktober, mudah-mudahan kondisi penanganan Covid-19 di dunia baik, dan negara-negara yang menjadi pesertanya juga nanti mungkin bukan dari area pandemi lagi. Selanjutnya, sisi protokol kesehatan yang harus diperhatikan,” paparnya.
Menurutnya juga, apabila vaksin untuk Covid-19 belum ditemukan sampai waktunya tetapi pertemuan harus dilaksanakan maka harus ada protokol kesehatan yang memang diterapkan secara ketat.
“Intinya seperti itu. Tapi kita menyambut baik, kan keinginan dunia kembali pulih, bisa bergerak ekonominya dan termasuk Kota Bogor juga bisa menerima manfaat dari kegiatan-kegiatan internasional yang diselenggarakan di Kota Bogor,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, mantan pejabat di KPK itu mengatakan, pihaknya juga mensosialisasikan tentang penanganan Covid-19 di Kota Bogor dimana bukan hanya pada bidang kesehatan, tapi juga bidang sosial dan ekonomi.
“Ketiga poin ini harus dipahami juga oleh temen-temen di Biotrop yang sama-sama bekerja di bidang pemerintahan, dan ada keinginan membantu dari sisi apapun yang dimiliki untuk menanggulangi tiga poin yang menjadi fokus Pemkot Bogor,” tandasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Administrasi Seameo Biotrop, Zulhamsyah Imran menjelaskan, SEAMEO Biotrop telah menerapkan protokol kesehatan sejak 17 Maret 2020 dengan satu kebijakan parsial closing dimana saat itu sudah menerapkan pola kerja work from home (WFH). Selain itu langkah lain yang sudah dilakukan pihaknya dalam konteks menjaga imunitas untuk semua karyawan.
“Jadi, kita menyiapkan berbagai macam kebutuhan vitamin, kemudian fasilitas untuk kebersihan di lingkungan kantor seperti penyemprotan disinfektan, begitu juga untuk mencegah virus corona dengan menyediakan masker,” tambahnya.
Hal-hal tersebut, lanjut Imran, terus ditingkatkan sampai saat ini dalam rangka Jaring Pengaman Sosial (JPS) di lingkungannya dengan memberikan fasilitas kepada 200 karyawan menyuplai makanan pokok. Iapun berharap kedepannya dalam rangka JPS ini dapat memfasilitasi masyarakat yang ada di sekitar SEAMEO Biotrop.
“Ya, mudah-mudahan kedepan bisa memfasilitasi JPS untuk di lingkungan sekitar SEAMEO Biotrop sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Masih kata Imran, pihaknya juga memberlakukan evaluasi diri bagi karyawan apakah masuk kategori resiko tinggi, sedang dan rendah termasuk kepada para tamu SEAMEO Biotrop.
“Jadi tamu-tamu yang beresiko sedang saja itu tidak bisa kita terima, apalagi tinggi. Untuk di karyawan kita, misalkan terkena resiko tinggi akan diarahkan kepada rapid test yang sudah bekerjasama dengan RS UMMI,” ungkapnya.
Berkaitan dengan rencana penyelenggaraan forum Dewan Penasehat SEAMEO Biotrop yang diikuti negara-negara di Asia Tenggara pada Oktober 2020 mendatang, Imran mengatakan pihaknya akan menggunakan strategi dalam artian ada peserta di SEAMEO Biotrop dengan jumlah terbatas sekitar 10 orang dari Indonesia, tetapi untuk peserta dari negara-negara luar negeri menerapkan sistem daring atau online.
Ditempat yang sama, Ketua Gugus Tugas Covid-19 SEAMEO Biotrop, Armaiki Yusmur menambahkan, untuk langkah kedepan terkait mitigasi Covid-19 akan dilakukan pemantauan karyawan secara mandiri seminggu sekali setiap Kamis yang kemudian melaporkan hasilnya ke manager.
“Hasil laporan dari manager itu akan masuk ke bidang preventif. Jika ada penemuan Covid-19 di sini maka tim gugus tugas akan berkoordinasi dengan RS UMMI untuk proses penanganannya,” tandas Armaiki. (Hrs)





