Pembangunan Candi Prambanan: Legenda atau Kisah Nyata?

Headline, Ragam3.1K views

Reporter : Nurfitri Okinawa

Editor : Permata Nurul Aini

 

Pernakah kalian mendengar legenda yang biasanya diceritakan ketika berada di usia 10 tahun ke bawah? Legenda mengenai Roro Jongrang yang akhirnya dikutuk menjadi arca untuk melengkapi 999 candi yang telah dibangun oleh Bandung Bondowoso.

Meskipun pada kenyataannya, Candi Prambanan dibangun oleh manusia, bukan oleh jin milik Bandung Bondowoso. Namun, kebanyakan pengunjung yang mendatangi candi, mereka datang karena ingin melihat langsung hasil dari legenda Roro Jongrang—hanya segelintir orang yang mengetahui kisah sebenarnya dari pembangunan candi ini.

“Saya ngajak anak-anak, Mbak, katanya mau lihat Roro Jongrang. Tapi enggak bisa, jadi lihat candinya saja. Kalau pembangunannya ya saya taunya dibangun sama jinnya siapa itu saya lupa, buat Roro Jongrang,” ucap Dewi (39) yang datang bersama dua anaknya yang berusia 13 dan 7 tahun.

Candi Prambanan sendiri telah dinobatkan sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Di kawasan Candi Prambanan ini juga terdapat Candi Sewu, candi yang dikisahkan sebagai 999 candi yang tidak sempat diselesaikan oleh Bandung Bondowoso.

Tetapi, kisah Candi Sewu ini juga tidak banyak diketahui, masyarakat hanya mengenal Candi Prambanan sebagai bukti dari Legenda Roro Jongrang. “Saya tahunya cuma Candi Prambanan aja, Kak, soalnya yang di buku cerita cuma disebut Candi Prambanan. Kalau Candi Sewu enggak tahu,” ungkap Tari (13).

Jika ditarik ke belakang, dengan melihat kegunaan kedua candi tersebut, sulit untuk menunjukkan bahwa kedua candi saling berkesinambungan dengan cerita Roro Jongrang.

Candi Sewu sendiri adalah candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur, berbeda dengan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu. Menurut catatan sejarah, Candi Prambanan dibangun pada tahun 850 Masehi, sedangkan Candi Sewu pada tahun 792 Masehi.

Hal ini kembali memperkuat bukti bahwa legenda tersebut hanyalah untuk konsumsi anak-anak, bukan sebagai kisah nyata.

Kedua candi ini terletak di Kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan juga Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Hal ini disebabkan oleh letaknya yang berada di perbatasan; di mana pintu masuk dari kawasan candi ini terletak di Klaten, sedangkan Candi Prambanan sendiri terletak di Sleman.

Untuk harga tiket masuknya sendiri berada di kisaran Rp25.000 – Rp75.000 saja. Candi Prambanan buka setiap hari, dan selama masa pandemi diterapkan sejumlah protokol kesehatan demi keamanan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *