BOGORONLINE.com – Untuk membantu mewujudkan mimpi anak-anak kurang mampu bisa dapat pendidikan yang baik, Andri Ramadan dan Lusiana menyediakan teras rumahnya untuk dijadikan tempat kegiatan belajar.
Tepat di kediamannya di wilayah Bantar Kemang RT05 RW07, Kelurahan Barangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pasangan suami istri ini sejak delapan bulan lalu membuka Rumah Pintar.
Program les privat bagi anak usia Sekolah Dasar (SD) ini mampu memberikan manfaat saat masa pandemi Covid-19. Rumah Pintar ini juga saat ini sudah mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam membantu operasional Rumah Pintar.
Lusiana menceritakan, dirinya memang senang untuk mengajar anak-anak dan saat berada di lingkungan padat penduduk ingin bermanfaat bagi warga sekitar. Karena itu tercetuslah untuk membuat Rumah Pintar yang bisa disebut les privat gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya sedih ketika melihat anak-anak di lingkungan rumah saya, mereka berpotensi untuk berprestasi akademik tapi karena keterbatasan dan di saat pandemi Covid-19 tatap muka tidak diperbolehkan, akhirnya mereka kelas 1 sampai kelas 3 belum lancar membaca dan berhitung. Maka kami membuka Rumah Pintar agar mereka bisa lancar membaca dan berhitung,” kata Lusiana, Senin (25/4/2022).
Selain itu, Lusiana juga menemukan anak yang sudah kelas 4 belum lancar membaca dan cara beretika kurang bagus, sehingga tertinggal dengan anak seusianya. Ia pun kemudian memberikan wadah dengan mendatangkan dua pengajar yang sukarela membimbing dan mengajar para anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pengajarnya ibu Damai Yunita dan ibu Willi, mereka mengajar dua kelompok, yang pertama kelompok usia SD kelas 1 sampai 3, dan kedua kelompok 4 sampai 6. Rumah Pintar ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” terangnya.
Ia melanjutkan, Rumah Pintar ini digratiskan dikarenakan beberapa orang tua anak tidak memiliki penghasilan tetap. Bahkan dirinya dan suami apabila ada rezeki lebih, anak-anak diberi untuk jajan agar semangat.
“Alat tulis dan penunjang belajar lainnya kami siapkan. Rumah Pintar ini sudah berjalan delapan bulan, kami juga mendapat support dari PKS untuk sebagian operasional. Dua guru sebagai pengajar menerima apa adanya, karena niat mereka dedikasi sebagai guru. Kalau kami ada rezeki untuk dua guru itu bayaran berapapun diterima, mereka mengajar dua jam setiap hari Sabtu,” jelasnya.
Saat ini, ada 16 anak yang mengenyam pendidikan di Rumah Pintar, dengan rincian 8 anak kelompok usia kelas 1 sampai 3 dan 8 anak kelompok usia kelas 4 sampai 6. Ia mengatakan, anak-anak selama ini merasakan manfaatnya. Pada saat digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat SD mereka sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
“Bahkan beberapa anak saat mengikuti ujian bisa mengerjakan dengan lancar dan nilai yang baik. Anak-anak banyak terimakasih kepada guru mereka di Rumah Pintar. Kami terbuka bagi siapapun yang ingin belajar di sini dengan tingkat dua kelompok tadi,” paparnya.
Masih kata Lusiana, kalaupun nanti yang mengikuti program ini membludak dari wilayah lain, selain dari wilayah Bantar Kemang, pihaknya berencana akan menyewa lahan maupun rumah.
“Kedua guru itu juga siap, kami salut dan berterimakasih, berkat Bu Yunita dan Willi, Rumah Pintar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya anak-anak tingkat SD. Kami juga ada program Jumat berkah dari Rumah Pintar yaitu membagikan makanan setiap hari Jumat ke masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (Hrs)




