Kembangkan Wisata, Sejumlah Obyek Butuh Sentuhan

Tamansari – bogoronline.com – Kabupaten Bogor memang memiliki sejumlah obyek wisata yang menakjubkan, seperti halnya di kawasan barat Bumi Tegar Beriman. Di kecamatan Tamansari dan Pamijahan saja misalnya, potensi wisata terbilang memikat bagi pengunjung wisata alamnya dengan keberadaan sejumlah Curug dan pemandian air hangat.

Salah satu upaya dalam mengembangkan potensi wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor bersama Badan Promosi Wisata menggandeng insan pers, pewarta yang biasa meliput diwilayah Kabupaten Bogor, dengan bertajuk “Farm Trip Journalist” diajak berkeliling kesejumlah titik obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan.

Salah satu yang dikunjungi, Curug Cigamea dan pemandian air hangat Ciparay, yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di Kecamatan Pamijahan selalu dipenuhi penikmat wisata alam terutama di akhir pekan maupun libur panjang. Umron Rosadi, pengelola Curug tersebut kepada Harian Pelita menuturkan, dalam sehari pengunjung dapat mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai daerah disekitar Bogor. Dengan tiket masuk Rp.10 ribu, dinilai tidak memberatkan bagi pelancong.

“Kalau hari-hari biasa, pengunjung rata-rata dikisaran paling sedikit 100 orang dan maksimal 200 orang, tapi kalau hari sabtu dan minggu dapat mencapai 300 sampai 400 pengunjung. Berbeda juga dengan liburan anak sekolah atau libur panjang, pengunjung bisa mencapai 1000,” tutur Umron Rosadi.

Meskipun wisata alam tersebut dikelola olehnya, namun dirinya bersama dengan pengelola lainnya menghendaki adanya perubahan dan campur tangan dari pemerintah daerah. “Selama ini kurang tertata dengan rapih, berbeda dengan waktu dikelola oleh Pemkab Bogor,” imbuh pria berkumis tersebut.

Ia juga menginginkan, melalui perubahannya, sistem tiketing dapat dilakukan satu pintu, karena selama ini image masyarakat jika berkunjung ke kawasan Gunung Salak Endah (GSE) disetiap obyek wisata selalu ada uang, uang dan uang.

“Saya kira ini yang perlu dibenahi, karena setiap kali pengunjung yang mengendarai motor dikenakan Rp.25 ribu di pintu masuk kawasan, kemudian kalau memakai mobil Rp.10 ribu dan Rp.7.500 per orang. Belum lagi nanti tiket di masing-masing obyek,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Rahmat Surjana mengatakan, bersama dengan sejumlah pihak terkait, dalam waktu dekat pihaknya akan membenahi persoalan tersebut.

“Kami sudah komunikasikan dengan tiga kepala desa diwilayah tersebut. Dulu memang kami yang kelola, tetapi dengan adanya temuan dari BPK karena kawasan itu milik TNHGS, akhirnya kami lepas pengelolaanya. Tetapi, kini Pemkab Bogor memiliki BUMD Pariwisata, kami akan upayakan untuk dapat bekerjasama dengan TNHGS bersama dengan masyarakat setempat. Yang penting tidak ada yang dirugikan lah, rumusannya seperti apa kita lihat nanti,” kata Rahmat.

Ia juga mengungkapkan, jika persoalan yang terjadi selama ini, akses jalan merupakan faktor utama atas kendala berkembangnya pariwisata, terutama wisata alam. “Kami juga menyadari, jika akses jalan kurang mendukung untuk menuju ke lokasi, ini juga butuh pembenahan bersama-sama dengan SKPD lain,” ungkapnya.

Kawasan wisata di Puncak, sebagai destinasi wisata nasional yang ada di Kabupaten Bogor menurut Rahmat, sudah mulai memasuki titik ‘jenuh’, untuk itu pihaknya akan mengantisipasi dengan melakukan pembangunan kawasan wisata di wilayah Bogor lainnya.

“Saat ini dengan kemacetan dan terbatasnya tata ruang di Puncak, maka kami akan kembangkan kawasan wisata baik itu di Bogor Barat ataupun Timur. Terutama di Kecamatan Tamansari, kami sudah membuat kajiannya,” ujarnya.

Kecamatan Tamansari yang berada di kaki Gunung Salak ini kaya akan potensi wisata alam dan budayanya. “Kami sudah buat program kerja dan kami harap didukung oleh semua pihak. Karena kalau pariwisata maju, selain membuka lowongan kerja juga meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat,” lanjut Rahmat.

Sementara itu, pelaku pariwisata yang juga General Manager Highland Park Resort Hotel Bogor I Made Candra mengemukakan, melihat karakter masyarakat Bogor atau Sunda yang someah (ramah-red), menjadi dasar dirinya optimis industri wisata di Bumi Tegar Beriman bisa berkembang pesat.

“Saya rasa, keunikan Bogor dengan someah dan budaya luhur lainnya tidak dimiliki oleh daerah-daerah lainnya. Saya optimis apabila didukung dengan pembangunan insfratruktur jalan yang baik, maka industri pariwisata di Kabupaten Bogor maju pesat, apalagi dari segi sumber daya alam, apa saja ada di Bogor,” ucap I Made Candra.

Ia mencontohkan, Gunung Salak atau TNGHS tidak kalah dengan Gunung Gede (Puncak), karena salah satunya kenapa pesawat tidak berani mekewati Gunung Salak. “Gunung Salak ini unik dan perlu dikaji secara ilmiah, kenapa pesawat canggih seperti Sukhoi tidak bisa lewat. Namun saya optimis, dunia pariwisata bisa tumbuh subur disini.

I Made Candra yakin, dengan program kerja Disbudpar dan dinas lainnya di Pemerintah Kabupaten Bogor, dunia pariwisata bisa maju pesat.
buy amoxicillin online https://www.eastpeoriadental.com/wp-content/themes/generatepress/inc/structure/php/amoxicillin.html no prescription

“Kemajuan industri pariwisata ini tidak hanya tugas Disbudpar, tetapi juga tugas dari SKPD lain. Dengan kerja bareng, saya optimis kalau Bogor tak kalah dari Bali dan Yogya,” tukasnya. (di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *