BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota Bogor terus upayakan capai cakupan Universal Health Coverage (UHC) di wilayahnya. Sampai saat ini cakupan Universal Health Coverage (UHC) 90,4 persen dari target 95 persen di tahun 2022.
Dengan demikian, terdapat sekitar 4,6 persen warga belum terdaftar. Sehingga, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) diperuntukkan untuk membantu warga miskin yang belum mempunyai BPJS Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan hal tersebut saat acara pertemuan dialog stakeholder pelayanan kesehatan penduduk miskin di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, pada Senin (22/8/2022).
Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran Jamkesda tahun 2022 sebesar Rp6,8 miliar. “Anggaran Jamkesda tahun ini Rp 6,8 Miliar, sementara realisasi tahun lalu sekitar Rp 7,9 Miliar. Kalau nanti kurang bisa di sesuaikan di anggaran perubahan,” terang Retno.
Ia mengungkapkan tujuan diadakannya dialog tersebut sangat penting, lantaran pihaknya ingin pemahaman terkait pengelolaan JKN baik BPJS Kesehatan dan Jamkesda tersosialisasi hingga ke semua level, terutama di level RT, RW, kader yang berhubungan langsung sama masyarakat.
“Terkadang permasalahan yang muncul karena informasi ini tidak sampai ke bawah. Di sini kami jelaskan untuk mendapatkan layanan Jamkesda ada persyaratannya yakni hanya untuk orang miskin, hanya warga ber-KTP Bogor, tidak mempunyai BPJS, tidak ada tunggakan BPJS dan penyakit tidak dicover BPJS,” jelasnya.
Sementara bagi peserta BPJS mandiri yang menunggak, kata Retno, tidak bisa dibantu program Jamkesda lantaran ada aturan Mendagri dan persyaratan yang disebutkan yang jika dilanggar bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dinkes memberikan solusi dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi ke Baznas atau Dompet Dhuafa untuk membantu membayarkan tunggakan BPJS agar BPJS bisa aktif kembali. Setelah itu, kepesertaan BPJS Kesehatan bisa masuk kategori penerima bantuan iuran (PBI).
“Bulan berikutnya bisa migrasi ke PBI APBD karena biasanya yang menunggak ini peserta mandiri dan tidak mampu,” kata Retno. (Hrs)





