BOGORONLINE.com – Warga pengguna jalan kecewa dengan pengerjaan peningkatan Jalan Kapten Yusuf simpang Muara hingga depan STTP. Pangkalnya, selain harus merasakan kemacetan saat proses pembangunan, namun baru beberapa hari selesai betonisasi mendapati jalan tersebut mengalami keretakan.
Salah seorang warga yang kerap melintas di Jalan Kapten Yusuf, Resha mengungkapkan, setelah satu bulan lebih dirinya harus sabar mengantre untuk berangkat bekerja dan pulang ke rumah, namun kecewa dengan hasilnya yang dilihat secara langsung.
“Baru beres dibeton jalannya, akan tetapi ada retakan begitu. Jadi buat apa kesabaran masyarakat selama ini, harapannya walau sudah macet-macetan kan hasilnya bagus,” kata Resha, Senin (17/10/2022).
Dikatakan olehnya, untuk melintasi Jalan Kapten Yusuf dengan motor selama proses pembangunan berlangsung itu harus antre selama antara 10 sampai 15 menit lantaran arus lalu lintas diatur secara bergantian.
Bahkan ia mengaku terkadang sering harus memutar arah mencari jalan alternatif ketika kondisi sudah macet total di kawasan tersebut.
“Kadang potong jalan, tapi memutar jauh ke Bogor Nirwana Residance (BNR) atau melalui Kebun Raya Residance (KRR). Harapannya bisa diperbaiki, jangan sampai setelah lama baru diperbaiki lagi,” tuturnya.
Terpisah, Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Wawan Gunawan menyampaikan, retakan setelah betonisasi tersebut tidak menggangu kontruksi jalan, hanya bagian permukaannya saja. Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan.
“Nanti kami akan periksa secara detail. Biasanya itu tidak menggangu kontruksi, retakan hanya permukaan saja,” singkatnya kepada awak media saat dikonfirmasi perihal tersebut. (Hrs)





