Ini Kronologi Ledakan Rukan Gas Oplosan di Legenda Wisata

Gunung Putri, bogoronline.com – Kepolisian sektor Gunung Putri masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan hebat rumah kantor Bizentium Blok FE 6, yang dijadikan tempat pengoplosan gas elpiji 3 Kilogram bersubsidi ke gas 12 Kilogram.

Informasi yang dihimpun bogoronline.com, ledakan yang terjadi Rabu (16/3), dinihari tersebut bermula pada saat Ahmad Maulana dan Ahmad yusuf melakukan pengoplosan tabung subsidi 3 kg ke tabung non subsidi 12 kg dengan menggunakan selang regulator dengan menggunakan es batu yg diletakan  di tabung 12 kg untuk mempercepat proses perpindahan gas.

 

Saat melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut, kedua warga Desa Sukasari Kecamatan Rumpin itu tidak menyadari  ada kabel kulkas yang terkelupas. “pada saat kulkas dibuka dari kabel yang terkelupas keluar percikan api, kemudian langsung meledak dan korban/saksi terpental keluar,” ujar salah seorang warga di dekat lokasi kejadian.

 

Saat ledakan terjadi,  kedua korban/saksi sudah menghasilkan sekitar 10 tabung gas 12 kilogram siap edar. Banyaknya gas membuat ledakan cukup keras. “seperti ledakan bom,” kata salah seorang pemilik rukan yang terkena dampak ledakan.

 

Akibat kejadian tersebut, Ahmad Maulana menderita luka bakar 90%  sementara Ahmad Yusuf menderita luka gores di lengan kiri dan telapak tangan kiri. Saat ini kedua korban masih dirawat di Rs Thamrin cileungsi.
menurut kesaksian Yusuf, ia digaji per tabung Rp 10 ribu dibagi dibagi dua orang masing-masing menerima g Rp 5 ribu. Yusuf mengaku sudah bekerja  sekitar 8 hari di TKP. (ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *