Nusa Dua – bogoronline.com – Munaslub Partai Golkar yang sedianya berlangsung hingga hari ini, Senin (16/7), tampaknya akan molor. Ini juga berdampak dengan proses pemilihan ketua umum Golkar pengganti Aburizal Bakrie.
Pelaksanaan Munaslub sejak Minggu (15/5) diisi dengan rapat pembuka untuk memilih pimpinan sidang Munaslub. Setelah itu ada rapat-rapat komisi termasuk pembahasan soal tata tertib pemilihan ketua umum.
Terjadi polemik yang cukup alot terkait hal ini. Sebab ada pro kontra tentang sistem pemilihan yang akan diterapkan secara terbuka seperti dalam Munas Bali yaitu secara aklamasi. Padahal, aturan sudah dirancang sebelumnya dengan ketentuan pemilihan berlangsung tertutup dengan sistem voting.
“Kita sudah berusaha untuk efisiensi waktu, tapi Munaslub ini luar biasa sangat demokrasi. Sehingga pimpinan Munas tidak bisa mengekang kebebasan berpendapat sesuai tata tertib seluruh peserta yang ingin menyalurkan aspirasinya,” ungkap Pimpinan Sidang Munaslub Nurdin Halid BNDCC, Bali, Minggu (15/5/2016) malam.
Jika munas sebelumnya biasanya aspirasi DPD diwakilkan oleh DPD tingkat Provinsi, tidak dengan pelaksanaan Munaslub kali ini. Sebab semua peserta munas saat ini boleh menyampaikan pendapatnya.
“Ada kebebasan untuk menyarankan aspirasi dari 650 peserta. Sekalipun koridornya ada di tata tertib Munaslub ini, yang membuat Munaslub ini molor karena sangat demokratis,” kata Nurdin yang juga ketua SC itu.
Malam tadi agenda munaslub diisi dengan pandangan umum DPD beserta pemilik suara terkait Laporan Pertanggungjawaban Aburizal Bakrie selama menjadi Ketua Umum Golkar. Mayoritas menerima dengan baik dan bahkan sebagian meminta agar Ical diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina Partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
Tak hanya itu, sebagian pandangan umum DPD juga meminta agar Golkar merehabilitasi kader Golkar yang sempat dipecat. Juga terkait dengan upaya nyata rekonsiliasi dan perjuangan mempersatukan Golkar.
“Baru 12 pemilik suara yang memberikan pandangan umum, masih ada 33 karena jumlahnya ada 45 jadi besok (hari ini) diteruskan. Sehingga Munas ini kalau dilihat dari jadwalnya mungkin mundur dari waktu yang ditetapkan oleh SC,” jelas Nurdin.
Rencananya pagi ini pada pukul 09.00 WITA, jadwal Munaslub akan dibuka untuk melanjutkan penyampaian pandangan umum. Kemudian juga masih ada kemunginan rapat-rapat komisi diteruskan sehingga proses pemilihan ketua umum juga akan bergeser waktunya. Termasuk penutupan Munaslub.
SC berharap agar pendalaman materi pada komisi-komisi tidak lagi perlu dilakukan dan hanya tinggal dibawa ke paripurna. Sebab pendalalaman materi juga sudah dilakukan saat pramunas.
“Mungkin tidak bisa besok (pemilihan ketua umum), paling cepat besok (Senin) malam, kalau besok siang mungkin tidak bisa kalau masih ada sidang komisi. Kalau itu (materi) langsung dibawa di paripurna maka itu bisa dilakukan besok sore pemilihan Ketua Umum,” terang Nurdin.
“Maka tengah malam itu sudah ditutup Munas ini, tapi kalau sidang komisi tetap ada maka pemilihan Ketua Umum itu tengah malam atau Selasa pagi,” imbuhnya sekaligus mengakhiri. (die/dtc)





