Bojong Gede – Kendati, Pemerintah Kabupaten Bogor, kerap menggembar-gemborkan, sebagai daerah pemilik APBD terbesar di Jawa Barat. Namun ironisnya, di wilayah berjargon Bumi Tegar Beriman ini, masih banyak infrastruktur jalan yang tidak layak, seperti yang terjadi di Kecamatan Bojong Gede.
Akibat jalan rusak ini, Pemerintah Kabupaten Bogor pun mendapatkan surat somasi dari seorang warga bernama Zentoni. “Jalan rusak yang ada di wilayah Kecamatan Bojong Gede ini terkesan sengaja dibiarkan, padahal sudah banyak memakan korban,” kata Zentoni, kepada Jurnal Bogor, usai melayangkan surat somasi Senin (30/05).
Menurut direktur LBH Bogor ini, somasi tersebut sebagai peringatan kepada para panggede di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, agar mereka lebih respon terhadap aspirasi warga.
“Jujur saja, kami sering iri dengan wilayah tetangga yang masuk Kota Depok, sebab jalan-jalan di kota yang kini dipimpin Idris Abdul Somad itu, karena hampir semua jalan, tak hanya di perkotaan, tapi di kampung-kampung sudah dibeton,” ungkapnya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Kabupaten Bogor. “Kecamatan Bojong Gede ini kan jaraknya kurang dari lima kilo meter dari pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor, tapi kenapa infrastruktur jalannya banyak yang rusak, padahal dalam misi Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia, infrastruktur jalan yang mantap menjadi salah satu pencirinya,” ujarnya.
Zentoni mengkhawatirkan, bila kondisi seperti dibiarkan, tak menutup kemungkinan, kasus yang terjadi di Perumahan Vila Nusa Indah I dan II, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Puteri, bakal terjadi di Bojong Gede. “Ya bisa jadi, warga Bojong Gede menuntut berpisah dan minta gabung dengan Kota Depok, karena secara kultur dan hukum Bojong Gede lebih dekat ke Depok,” tegasnya.
Akibat jalan rusak ini, Kepala Desa Cimanggis Azis Anwar dan Kepala Desa Kedung Waringin Soekarno mengaku malu terhadap warganya, karena sering dianggap tak mampu memperjuangkan aspirasi warga.
“Terkadang saya malu kepada warga, karena dianggapnya tak mampu memperjuangkan Jalan Bojong Gede – Cimanggis itu diperbaiki,” kata kedua kepala desa tersebut.
Keduanya kembali mengatakan, gara-gara jalan rusak tersebut kecelakaan lalu lintas pun kerap kali terjadi, mayoritas menimpa atau dialami para pengendara motor.
“Ketika hujan turun, lubang-lubang yang menganga di tengah badan jalan dipenuhi air. Nah rata-rata pengendara motor yang terjatuh, karena bannya terjerembang masuk lubang,” ungkapnya
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Edi Wardhani sebelumnya mengatakan, jalan tersebut tahun ini akan dibangun dengan anggaran Rp 4 miliar.
“Jalan Cimanggis – Bojonggede, tahun ini tak mendapatkan anggaran pemeliharaan, karena akan dibeton dengan pagu anggaran sebesar Rp 4 miliar,” tandasnya. (zah)
Jalan Raya Bojong Gede Dibiarkan Rusak dan Berlubang Pemkab Disomasi Warga





