Kota Bogor – bogoronline.com
Menjelang masuknya bulan Ramadhan 1437 H, Jajaran Kepolisian Resor Bogor Kota (Polresta), bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bogor, menggelar razia Operasi Pekat di sejumlah lokasi Kota Bogor. Dalam razia tersebut, polisi berhasil mengamankan sedikitnya 20 orang yang dianggap meresahkan warga.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor, AKP Gito mengatakan, Operasi Pekat ini dilakukan selama 11 hari, mulai dari 30 Mei hingga 9 Juni 2016. dengan melibatkan 6 kepolisian sektor (Polsek) yang ada di Kota Bogor, para pelaku yang tertangkap kemudian akan dijerat dengan undang-undang yang sesuai dan diproses ke tahapan hukum selanjutnya.
“Operasi pekat dilakukan serentak seJawa Barat untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat menjelang ramadhan,” kata gito saat dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa (31/5/16).
AKP Gito menambahkan, dalam operasi pekat ini difokuskan untuk menangkap preman yang dianggap telah meresahkan masyarakat, serta pemuda mencurigakan yang tidak bisa menunjukkan kartu identitas.
“20 preman yang ditangkap itu kemudian dibawa ke Mapolres Kedung Halang untuk didata identitasnya. Mereka juga kami minta untuk tidak melakukan perbuatan atau kegiatan yang meresahkan dan mengganggu masyarakat, jika kedapatan membawa senjata tajam (sajam) akan diproses secara hukum, tetapi jika tidak ada mereka akan dibina,l saja,” tandasnya.
Sementara, Kabid Dalops Satpol PP kota Bogor mengatakan, Sebelumnya kita Dapat pengaduan dari penumpang angkot 14 lewat media jejaring sosial twitter pol pp kota bogor, bahwa Pengamen anak punk melempar dan menodong dengan pisau ‘meminta uang secara memaksa’, sebelumnya 12 anak punk sudah di bawa, didata dan mereka semua sudah diambil oleh orang tua masing – masing.
“Ini sudah tupoksi kami jika mereka sudah mengganggu maka kita berkewajiban menindaknya, kita sangat mengerti dengan problema kehidupan mereka, karna ini berhubungan dengan perut, mereka selalu beralasan demi mencari nafkah yang halal daripada harus berbuat kriminal,” pungkasnya.(bunai)





