Cibinong, bogoronline.com –
Bupati Bogor, Nurhayanti melakukan rotasi dan mutasi sejumlah pejabat eselon 2, kepala dinas dan staf ahli. Namun, rotasi jabatan ini belum memenuhi rekomendasi anggota DPRD atas evaluasi kinerja SKPD dari tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran Tahun 2015.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, pergantian posisi enam pejabat eselon II, Kepala Dinas dan Staf ahli belum mencerminkan rekomendasi DPRD yang disampaikan dalam rapat paripurna terhadap laporan penggunaan APBD 2015, kemarin. “yang sekarang ini kan prosesnya dari satu tahun ke belakang. Kalau rekomendasi yang disampaikan pada rapat paripurna kemarin, itu kita kembalikan kepada Bupati Bogor. Karena itu kan hak preogratif beliau,” ujarnya, usai menghadiri pelantikan pejabat eselon II, di Ruang Serbaguna I, gedung Setda Kabupaten Bogor, Rabu (11/5).
Jaro Ade-sapaannya, meminta agar Bupati dan Badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) untuk membentuk tim khusus untuk mengevaluasi soal rendahnya kinerja sejumlah SKPD. “evaluasi secara keseluruhan. Karena kinerja buruk SKPD kan bukan berartti yang tidak bisa kerja kepala dinasnya, bisa saja sekretarisnya, bisa juga kabid dan staf-stafnya. Saya kira, evaluasinya memerlukan tim agar keputusan yang nantinya diambil tepat sasaran,” katanya
Menangggapi hal tersebut, Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan rekomendasi DPRD merupakan masukan konstruktif untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Namun demikian, Yanti mengatakan, tidak semua program yang ditargetkan pemerintah tidak tercapai. “progresnya kan berjalan, memang tidak mungkin 25 penciri dicapai tahun ini. Nanti akan diakumulasi, sampai Tahun 2018,” katanya
Yanti mengaku sudah melakukan evaluasi langsung kebawah untuk melihat pelayanan. Menurut dia, banyak hal yang capaiannya cukup membanggakan. “”tadi saya ke Cibungbulang, program kita kan meningkatkan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.dari 40 Kecamatan, sudah 27 yang bangunannya ditingkatkan dan plus ada tempat perawatan yang peayannanya bisa sampai 400 orang,” katanya
Hari ini, Bupati merotasi sejumlah pejabat eselon II, yakni Azzahir yang sebelumnya kepala Dinas operasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan untuk menduduki jabatan barunya sebagai staf ahli bidang pemerintahan. Sementara posisinya, digantikan oleh Dace Supriyadi. Jabatan Kepala Dinas Penddiikan Kabupaten Bogor yang sebelumnya di jabat Dace Supriyadi berpindah ke TB Luthfie Syam. Hendi Hendian dari staf ahli bidang pemerintahan akan menggantikan Luthfie sebagai Kasatpol PP. Sementara, Subaweh akan menjabat sebagai staf ahli, posisinya sebagai kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) digantikan oleh Pandji Ksatriyadi, yang sebelumnya staf ahli bidang pembangunan (ful)





