Cibinong – bogoronline.com – Kendati Hari Jadi Bogor atau yang lebih dikenal dengan HJB, masih menyisakan waktu satu bulan lagi, namun sejumlah pihak mulai sibuk mempersiapkan diri untuk menggelar berbagai acara, seperti yang akan dilakukan Dewan Kesenian Kabupaten.
“Jelajah situs sejarah ini akan melibatkan para pemerhati budaya, sejarahwan dan para mahasiswa arkeologi,” kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor Erwin Suryana, Jum’at (13/05).
Erwin mengatakan, jelajah situs sejarah yang baru pertama kali dilakukan ini, dalam rangka menyambut HJB ke – 534 tahun ini, bertujuan menggugah kesadaran sejumlah pihak akan pentingnya menjaga situs-situs sejarah.
“Masyarakat banyak yang belum tahu situs sejarah yang ada di Bogor, padahal di daerah ini ada tiga kerajaan besar yang pernah berkuasa yakni Kerajaan Tarumanagara dengan Purnawarwan sebagai rajanya serta Kerajaan Sunda Kerajaan Salakanagara dan Kerajaan Pajajaran,” ujarnya.
Erwin mengatakan, jelajah situs sejarah akan dimulai dari Situs Pasir Jambu, Cigudeg hingga Situs Batu Tulis di Cibungbulang.
“Jelajah situs ini merupakan bagian dari rekontruksi sejarah kerajaan yang ada di Kabupaten Bogor. Dengan adanya jekajah situs ini diharapkan menjadi referensi sejarah dan pelestarian petilasan leluhur,” paparnya.
Erwin mengharapkan, dengan adanya jelajah situs kaum muda bisa menghargai dan menghormati kontribusi dari pada orang-orang yang telah mendahului kita.
“Dalam kegiatan jelajah situs ini kami akan berikan pemahaman bagaimana kita merawat situs yang bersejarah dan juga bagaimana kita menghormati para pendahulu kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rahmat Sudjana mendukung, langkah Dewan Kesenian yang akan menggelar acara jelajah situs sejarah. “Kegiatan Dewan Kesenian ini secara tidak langsung turut membantu tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam pendataan situs-situs yang memiliki nilain sejarah,” katanya.
Rahmat pun berharap, keberadaan situs sejarah peninggal kerajaan yang berdiri di Bogor nantinya dapat dijadikan obyek wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa.
“Tentunya untuk mengarah kesitu diperlukaan penataan dan pembangunan infrastruktur pendukung, karena kebanyakan dari situs berada di lokasi terpencil,” pungkasnya. (zah)
Sambut HJB ke – 534 Tahun, Dewan Kesenian akan Jelajahi Sejumlah Situs Sejarah





