Situs – bogoronline.com – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke – 534 tahun menjadi momentum bersejarah, untuk membangkitkan kembali kejayaan Bogor, seperti pada era kerajaan yang pernah berdiri di Bogor sebelum Islam masuk ke wilayah yang diapit Gunung Salak dan Pangrango ini.
“Di Bogor ini banyak berdiri kerajaan, yang pertama Tarumanegara dan kedua Pajajaran. Bukti adanya dua kerajaan itu ditandai denga peninggalan berupa situs atau prasasti tertulis di atas batu,” kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) Erwin Suryana, ditemui Jurnal Bogor, usai menggelar acara jelajah situs baru-baru ini.
Erwin menjelaskan, Kerajaan Tarumanagara dengan Purnawarman, sebagai rajanya berkuasa di Bogor hingga wilayah Pantura meliputi Bekasi dan Karawang, dari tahun 395 hingga 434 Masehi. “Salah satu bukti peninggalannya prasasti Ciaruteun, yang tulisnnya berisikan pesan-pesan kepada seluruh Urang Sunda, untuk bangkit,” ungkapnya.
Erwin menjelaskan, jelajah situs yang baru pertama kali dilaksanakan ini, bagian dari upaya memperkenalkan kepada genarasi muda, karena mayoritas belum mengetahui, jika Bogor itu pusat perabadan di tanah air.
“Tanpa, kami diduga jelajah situs mendapatkan respon positif dari generasi muda, ini terbukti dengan besarnya animo mereka untuk jelajah situs ini,” ujarnya.
Budayawan Bogor, Adenan Taupik menjelaskan, ada lima situs peninggalan Raja Purnawarman, selain prasatasi Ciaruteun, ada pula situs Sanghiyang. “Situs Sanghiyang tapak ini dibuat oleh Raja Purnawarman di masa pemerintahannya dari tahun 395-434 Masehi,” katanya.
Pria berusia 80 tahun ini pun meminta seniman, budayawan, mahasiswa dan masyarakat luas merenung apakah Kabupaten Bogor bisa mencapai kejayaannya seperti, di zaman pemerintahan Raja Purnawarman.
“Semoga dari jelajah situs ini, kita bisa belajar dari kepemimpinan Purnawarman, di mana beliau sang pemimpin bijak dan mau mendengarkan aspirasi rakyatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Putri, warga Bekasi, yang ikut dalam jelajah situs ini mengaku takjub dengan peninggalan kejayaan Kerajaan Tarumanagara.
“Promosi acara jelajah situs ini harus lebih maksimal di tahun-tahun mendatang dan dikemas semenarik mungkin. Ini penting, agar para generasi muda tidak buta dan bangga akan sejarah wilayahnya,” tandasnya. (zah)
Bangkitkan Kejayaan Bogor dengan Peninggalan Sejarah





