Cibinong – bogoronline.com – Kendati telat satu bulan, 258 paket proyek atau sekitar 90 persen lebih paket proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan sudah rampung dilelangkan dan Agustus nanti semua proyek yang dibiayai APBD 2016 serempak dikerjakan.
“Sekarang tinggal menunggu Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Kita targetkan pada awal Agustus nanti semua pemenang lelang telah memulai pekerjaannya,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Edi Wardhani, Minggu (23/07).
Menurut pria yang akrab disapa Edwar ini, seharusnya Juli ini, atau pada saat tahun anggaran memasuki semester II, proyek telah dikerjakan, namun karena ada berbagai kendala, diantaranya libur Idul Fitri, pelaksanaan pekerjaan dimundurkan. “Kita akui ada ketelatan, namun kami menjamin tak akan ada lagi proyek yang gagal diselesaikan seperti tahun 2015 lalu,” tegasnya.
Edwar mengaku sudah mengumpulkan semua konsultan pengawas, agar mereka bekerja profesional. “Pengawas adalah kunci dari gagal dan tidaknya pelaksanaan proyek. Nah, jika ditengah perjalanan, ada pelaksana yang tak sanggup atau melalaikan kewajibannya, kami akan bertindak tegas dengan langsung memutuskan kontrak secara sepihak,” ujarnya.
Edwar mengingatkan agar pelaksanan tidak lagi menunda-nunda waktu, sebab masih kata Edwar, pihaknya sudah memberikan uang muka sebesar 30 persen dari total nilai proyek. “Pemberian uang muka itu tak bertentangan dengan aturan. Jadi, ketika SPMK turun, pelaksana bisa langsung bekerja, karena semua proyek kita targetkan rampung pada awal Desember nanti,” katanya.
Anggota Komisi III DPRD Ade Senjaya berharap, kejadian di tahun 2015, di mana ada beberapa paket proyek yang gagal diselesaikan tepat waktu dan gagal lelang tak terulang lagi di tahun 2016. “Komisi III sebelumnya memang sudah mewanti-wanti kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, agar semua paket proyek di lelang sebelum semester kedua. Ini dimaksudkan, agar ketika ada masalahan atau kendala masih ada waktu untuk dicarikan solusinya,” tegasnya.
Pada tahun 2016 ini, Dinas Bina Marga dan Pengairan mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp 600 miliar. Selain untuk peningkatan jalan, perbaikan irgasi dan pembangunan turap serta tebingan, sekitar Rp 98,3 miliar diantaranya digunakan untuk merawat dan memeliharan jalan.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total panjang jalan 1, 748 kilo meter, 435, 7 kilo meter, diantaranya dalam kondisi rusak dari mulai ringan, sedang dan berat. Akibatnya banyaknya jalan rusak itu, Bupati Nurhayanti pun digugat warga Bojonggede ke Pengadilan Negeri Cibinong. (zah)





