Jangan Paksakan Full Day School untuk Semua Jenjang Pendidikan

Cibinong Raya919 views

CIBINONG- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkaji ulang wacana full day school (sekolah sehari penuh).

Menurut Kepala Disdik TB Luthfie Syam, persoalan paling besar jika wacana ini diterapkan pada seluruh jenjang pendidikan. Pasalnya, masih ada di beberapa wilayah yang anak-anaknya membantu orang tua bekerja.

“Kalau SMA/K sekitar 20 dari 46 sekolah sudah melakukan itu (full day school). Tapi baiknya dikaji ulang karena guru-guru honorer pun kasihan jika harus mengajar seharian penuh,” kata Luthfie kepada BogorOnline.com, Senin (15/8).

Menurutnya, guru honorer yang penghasilannya rata-rata Rp 500 ribu per bulan itu bisa nyambi mengajar privat dan sebagainya setelah sekolah bubaran.

“Honornya saja kecil. Karena mereka tidak dapat SK jadi tidak mendapatkan tunjangan profesi. Bukan disini (Kabupaten Bogor) saja yang begitu, seluruh guru honorer di Indonesia pun tidak mendapatkan SK jadi tidak dapat tunjangan profesi. Lain dengan sekolah swasta yang SK cukup dikeluarkan ketua yayasan,” tukasnya. (cex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *