BogorOnline.com, GARUT- Banjir bandang yang nelanda Kabupaten Garut merusak 11 sekolah dan dua diantaranya mengalami rusak berat. Murid pun diliburkan sementara dan gedung yang selamat dipakai bersama.
Berikut 11 sekolah yang rusak dari Data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut seperti diteruskan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima Kamis (22/9/2016):
1. SD IT Muhammadiyah Tarogong Kidul
2. SDN Sukaratu 1 Banyuresmi (rusak parah)
3. SMP Negeri 2 Banyuresmi
4. SMP Negeri 3 Tarogong Kidul
5. SMP Negeri 5 Tarogong Kidul
6. SMP Negeri 2 Samarang
7. SMP Negeri 3 Cisurupan
8. SMP Qurota Ayun Samarang
9. SMP PGRI Garut (rusak parah)
10. SMP Negeri 1 Pasirwangi
11. SMA PGRI Garut
“Sekolah pada hari pertama pascabencana libur, sedangkan pada hari kedua dilakukan pemanfaatan gedung secara bersama-sama. Sementara itu, sekolah-sekolah yang lain masih tetap menggunakan sekolahnya masing-masing,” jelas Sutopo, dilansir detik.com.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengatakan, pendidikan merupakan salah satu prioritas dalam penanganan darurat pascabanjir bandang.
BNPB pun telah mengirimkan bantuan pakaian sekolah kepada anak-anak yang terdampak banjir bandang. Di samping pendidikan, prioritas utama Posko Tanggap Darurat berfokus pada pencarian dan penyelamatan korban yang masih hilang serta pelayanan kebutuhan dasar bagi 433 jiwa pengungsi.
Banjir bandang Garut dipicu hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu pada Senin lalu (20/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir bandang terlebih dulu melanda Desa Mulya Sari, Kecamatan Bayongbong dan berlanjut ke Kecamatan Tarongong Kidul, Garut Kota hingga Cibatu.
Daerah yang paling parah terlanda banjir bandang adalah Desa Haurpanggung Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul dan Kelurahan Sukamentri dan Kelurahan Paminggit Kecamatan Garut Kota.Banjir ini juga menyebabkan 23 orang tewas. (cex/det)





