Cibinong – Molornya proses pemilihan wakil bupati, hampir dua tahun ini memunculkan keprihatinan sejumlah elemen masyarakat di Bumi Tegar Beriman.
“Jujur saja, kami sangat prihatin, kenapa untuk memilih orang nomor dua yang akan mendampingi Bu Nurhayanti hingga Desember 2018 mendatang, kok DPRD seperti kesulitan,” ungkap Ketua DPD Badan Pengembangan Potensi Keluarga Banten (BPPKB) Kabupaten Bogor, TB. Enung, kepada wartawan, Rabu (07/09).
Enung pun meminta, dua inohong di Kabupaten Bogor, yakni Bupati Nurhayanti dan Ketua DPRD Ade Ruhandi menjelaskan kepada rakyat secara terbuka terkait kendala pengisian jabatan Wabup. Hal ini, penting dilakukan, agar di bawah tidak terjadi gejolak.
“Kabupaten Bogor kan hampir dua tahun, hanya dipimpin satu orang. Nah, baik Bu Yanti dan Pak Ade, wajib ngomong kepada rakyat, karena BPPKB melihat kondisi dilevel bawah, desakan agar DPRD secepatnya melaksanakan proses pemilihan makin kencang,” ujarnya.
Enung mengungkapkan, ketiadaan Wabup itu menjadikan roda pemerintahan dan pembangunan agak tersendat. Fakta itu dibuktikan dengan tingginya angka SILPA dua tahun berturut-turut hingga menembus Rp 1,1 triliun lebih.
“Jadi wajar, kalau ada pihak-pihak yang mengaitkan tingginya SILPA itu, akibat tidak adanya orang nomor dua yang membantu Bu Yanti, karena menurut BPPKB Bu Yanti, sekarang ini, ibarat burung kehilangan satu sayapnya, tak dapat terbang, hanya bisa melompat saja,” katanya.
Padahal kata Enung, para inohong Kabupaten Bogor ini mengembang tugas berat, untuk membawa daerah berpenduduk 5,4 juta jiwa ini, menjadi kabupaten termaju di Indonesia.
“Mungkin, kalau ada dua orang yang memimpin beban berat itu akan lebih ringan, sehingga cita-cita mewujudkan Bogor jadi kabupaten termaju di Indonesia, bukan sekedar angan belaka,” ungkapnya.
Bupati Nurhayanti sendiri dalam beberapa kesempatan sering mengutarakan, jika ada dua pemimpin di Kabupaten Bogor, tugasnya akan lebih ringan. “Beban berat, bila dipikul sendiri tidak akan terangkat, namun jika oleh dua orang akan terasa ringan,” katanya.
Bupati Nurhayanti terkait soal Wabup ini mulai berani menunjukan ketegasannya. Ia minta parpol pengusung mengajukan dua nama, seperti yang diatur dalam undang-undang. “Pokoknya ibu minta dua nama, lebih dari itu akan dikembalikan lagi ke DPRD,” tegasnya. (zahra)





