CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor telah berancang-ancang dalam menghadapi pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat pada tahun 2017 mendatang, yang sebagian besar digunakan untuk gaji dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu.
Pengurangan DAU merupakan kemungkinan terburuk andaikan keuangan Indonesia tak kunjung membaik menyusul keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang DAU 2016, mulai September-Desember sebesar Rp 347,2 miliar.
Pemotongan sejumlah program mulai digodok Bupat Nurhayanti Cs. apabila penundaan DAU justru menjadi permanen alias jadi berkurang di tahun depan dari Rp 1,97 triliun di 2016 menjadi Rp 1,623 triliun, atau sebesar penundaan saat ini.
Nurhayanti mengungkapkan, strategi menjadikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkontribusi besar terhadap pendapatan keseluruhan Kabupaten Bogor. Diharapkan, itu bisa menutupi kekurangan DAU.
“Masalahnya kan tidak tercapainya penerimaan negara. Maka, satu-satunya jalan itu optimalisasi pajak san retribusi daerah, seperti optimalisasi BPHTB,” kata Nurhayanti kepada BogorOnline.com, Kamis (8/9). (cex)





