Cibinong – bogoronline.com – Sikap bertele-tele DPRD, terkait pemilihan wakil bupati (Wabup) membuat warga Bumi Tegar Beriman gemas.
Kesal, dengan sikap kelambanan anggota parlemen tingkat daerah itu, warga dan aktivis di Kabupaten Bogor bagian selatan berencana menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD.
“Kabupaten Bogor sudah terlalu lama dipimpin Bupati seorang diri, imbasnya dalam dua tahun berturut-turut banyak program pembangunan yang tidak terlaksana dibuktikan dengan tingginya SILPA yang mencapai angka Rp 1,1 triliun lebih,” kata Koordinator Koalisi Rakyat Bogor Selatan Bersatu (KRBSB) Saprudin, Selasa (06/09).
Saprudin mendesak, DPRD tidak bertele-tele, karena pengisian jabatan orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman itu sangat diperlukan, agar baik pelaksanaan roda pemerintahan maupun pembangunan berjalan lancar. “Siapa pun yang akan dipilih, kami tak peduli, yang penting jabatan Wabup diisi,” tegasnya.
Aksi warga yang akan mendemo DPRD itu, kata Saprudin, tidak ditunggangi kepentingan politik manapun. “Kami berjuang murni atas kehendak sendiri, sebagai bentuk keprihatinan lambatnya pembangunan di Bumi Tegar Beriman,” ungkapnya.
Dede Suhendar, Koordinator KRBSB Kecamatan Caringin mengatakan, agar proses pengisian jabatan Wabup itu cepat selesai, perlu ada tekanan kelembaga DPRD. “Kami berharap rakyat Kabupaten Bogor yang tinggal di 40 kecamatan tidak tinggal diam,” katanya.
Apalagi, kata Dede, dari sisi undang-undang tidak ada yang dilanggar. “Gubernur Jawa Barat saja, Pak Aher sudah meminta DPRD segera menggelar pemilihan, karena merupakan perintah undang-undang, jika ada yang menghambat berarti tidak mematuhi undang-undang,” tegasnya.
Keinginan kursi Wabup itu juga disuarakan politisi PDI Perjuangan Slamet Mulyadi. “PDI Perjuangan memang tidak memiliki hak, untuk mengajukan atau mengusulkan calon, tapi demi kepentingan rakyat Kabupaten Bogor dan kelangsungan pembangunan, kami setuju Wabup secepatnya diisi,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Mochamad Hanafi menjelaskan, rencanyanya besok (Rabu ini-red), nama-nama anggota panitia pemilihan (Panlih) dari tujuh fraksi, termasuk PDI Perjuangan akan diusulkan dan ditetapkan. “Itu sudah menjadi keputusan Badan Musyawarah (Bamus),” ungkap mantan ketua DPRD periode 2009-2014 itu.
Bupati Nuhayanti, kepada wartawan sebelum meminta, partai politik pengusung yang tergabung dalam Koalisi Kerahmatan segera mengajukan dua nama. “Ibu ingin ada dua nama saja yang diusulkan, jika lebih maka akan ibu kembalikan ke parpol pengusung,” tegasnya. (Denny/Zahra)





