Cibinong – bogoronline.com – Pembangunan tugu di jalan alternatif Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor dinilai tak pantas oleh sebagian masyarakat yang melintas di jalan tersebut. Pasalnya tugu sebanyak enam pilar itu ukurannya terlalu kecil dan tidak sebanding dengan lebar bentangan jalan.
Padahal, jalan alternatif Stadion Pakansari itu bakal dijadikan gerbang utama menuju komplek perkantoran Pemkab Bogor selain jalan raya Tegar Beriman.
“Kelihatannya terlalu kecil, tidak sebanding dengan lebar jalan. Malah berbentuk layaknya batas desa,” kata Suhari warga Kelurahan Nanggewer ketika melintas di jalan tersebut kepada Harian Pelita, Rabu (28/09).
Ia juga mengatakan, bahwa Cibinong yang diproyeksikan sebagai kota pusat pemerintahan Kabupaten Bogor semestinya berbenah layaknya sebuah kota. “Cibinong kan pusatnya Kabupaten Bogor yang akan menjadi kota. Dengan dibangunnya tugu sekecil itu saya yakin bakal tertutup oleh pohon-pohon yang ditanam disekitarnya.
Kasi Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor Nunung Toyibah ketika dimintai tanggapannya menyebutkan, bahwa proyek tersebut merupakan proyek uji coba. “Kita Test Case (uji coba-red) saja, masyarakat dapat menerima atau tidak dengan bangunan seperti itu. Dan sebetulnya itu bukan merupakan tugu selamat datang melainkan ornamen dari sebuah taman,” kata Nunung.
Sebetulnya, imbuh Nunung, DKP pernah disodori oleh konsultan perencana untuk pembangunan tugu selamat datang dengan penuh kemegahan, namun karena anggaran yang dinilai terlalu tinggi, akhirnya memilih bangunan tugu yang kini tengah dikerjakan.
Nunung juga menyebutkan, jika prototype dapi tugu tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 42 tahun 2015 tentang prototype arsitektur budaya lokal pada bangunan gedung milik pemerintah Kabupaten Bogor.
Tugu yang ditengahnya bergambar pohon Kawung atau pohon Aren itu, senilai Rp 300 juta yang dikerjakan oleh PT Duta Karya Perkasa itu kini hampir selesai pengerjaannya. “Sudah hampir selesai pengerjaannya. Kenapa ada gambar pohon Kawung, karena dlam filosofinya nama Bogor itu berasal dari tangkal pohon Kawung,” tukasnya. (di)





