CIBINONG-
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudi menjelaskan, soal tiga nama calon direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan periode 2017-2021 yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) melaui
uji kelayakan dan kepatuhan (fit & proper test) pada 18-19 Januari 2017.
“Kami melihat uji terhadap tiga calon itu ditandai dengan berbagai skor mulai dari yang tertinggi sampai terendah dan rasanya kurang sepakat,” kata Yuyud saat ditemui bogorOnline.com di Pemda Cibinong.
Yuyud menambahkan, dirinya tidak setuju bila nilai tertingi itu menjadi acuan se olah-olah antar Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Teknik masing-masin memiliki bobot yang berbeda. Misalnya Direktur Utama tentunya yang harus menonjol adalah aspek kepemimpinannya sedangkan Direktur Teknik pastinya adalah keteknikkan sedangkan Direktur Umum adalah manajemen personalia dan keuangan. Ketiga ketegori
tersebut saja sudah berbeda-beda. Sementara sampai saat ini pihaknya tidak pernah disuguhi hasil dari ketiga aspek diatas, melainkan hannya hasil akumulasinya saja.
“Siyapa tahun nilai tertinggi yang katanya bisa jadi Direktur Utama malah leadershipnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor merilis tiga nama calon direksi PDAM Tirta Kahuripan periode 2017-2021, yang mendapat skor tertinggi dalam uji kelayakan dan kepatuhan (fit & proper test) yang dilakukan padan 18-19 Januari 2017.
Dikutip dari website resmi bogorkab.go.id, Selasa (21/2), posisi teratas dengan skor 10,313 diraih Hasanudin Tahir, disusul Efie Pancawatie skor 10,150 dan Eka Bhinneka dengan skor 10,038.
Pengumuman itu, tertanda atas nama Kepala Bagian Perekonomian, Arman Jaya selaku Ketua Panitia Seleksi Direksi PDAM Tirta Kahuripan.(rul)





