CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (1/2).
Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengungkapkan, seluruh usulan akan ditampung dari kecamatan dan desa. Namun, setiap usulan akan disesuaikan dengan tema pembangunan 2018 ‘Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.
“Setiap usulan akan kita tampung dulu, setelah itu dilihat mana yang sesuai dengan tema. Kalau pun ada usulan yang bersumber dari non-APBD, akan ditampung asalkan memiliki alasan kuat,” kata Adang.
Bicara soal prioritas, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, untuk 2018 mendatang pembangunan lebih condong pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau mulai beralih dari infrastruktur.
“Ya, prioritas infrastruktur menjadi program prioritas 2017. Nah, untuk 2018 tentang bagaimana membangun manusianya sembari Pemkab Bogor memantapkan pengelolaan pemerintahan,” kata Syarifah.
Besok, Kamis (2/3) pada hari kedua Musrenbang RKPD, Syarifah bakal memaparkan sekaligus menyamakan usulan dengan tema yang diusung. Untuk nantinya mengetahui alasan kenapa usulan ditolak.
“Makanya, hari ini (Rabu, red) kami akan menampung setiap usulan dulu. Sekaligus sebagai bank data kami sebagai gambaran RPJMD berikutnya,” kata Syarifah.
“Besok, akan saya jelaskan, mengenai tema pembangunan 2018. Agar usulan yang masuk dari kecamatan sesuai dengan perencanaan di SKPD,” tukasnya.
Semenatara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno menjelaskan, Musrenbang 2018 masih didominasi usulan soal infrastruktur.
“Nah makanya, di hari pertama ini, setiap unsur diminta untuk mengusulkan lagi karena pada Musrenbang Kecamatan dominan usulan infrastruktur,” kata Wasto.
Menurut politisi PKS itu, infrastruktur tidak bisa ditinggalkan begitu saja. “Karena membangun manusia, tidak bisa lepas dari pembangunan infrastrukturnya,” tukas Wasto. (cex)





